Kapal Milik Pemkab Banyuwangi yang Tenggelam Hari ini Mulai Diangkat


Kapal Milik Pemkab Banyuwangi yang Tenggelam Hari ini Mulai DiangkatKapal milik Pemkab Banyuwangi yang tenggelam hari ini mulai diangkat, Kamis 9 Juni 2016 (Foto: Ardian Fanani/detikcom)



Banyuwangi – PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS), pengelola kapal milik Pemkab Banyuwangi, yakni LCT Putri Sritanjung I, terus berupaya melakukan pengangkatan kapal yang karam di pinggir pantai Banyuwangi Beach, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi. Hingga Kamis bruise (9/6/2016), petugas galangan kapal yang dipanggil PT PBS untuk melakukan pengangkatan terus bekerja melakukan upaya penyelamatan aset Pemkab tersebut.

“Mulai pagi alat sudah datang. Tapi bruise ini kita mulai bekerja. Jika tak ada halangan, malam nanti atau besok pagi kapal sudah bisa terangkat dan kita pinggirkan ke daratan,” ujar Direktur PT PBS, Wahyudi, SE, kepada detikcom.

Menurut Wahyudi, kapal karam dipicu atmosphere pasang, bukan kebocoran. Sebab, kapal tersebut sudah tiga bulan parkir di dermaga. Kejadian ini juga ada unsur human error. Sebab, saat kejadian, hanya ada dua ABK di atas kapal.

“Ombak besar, atmosphere laut masuk ke buritan. Sudah kita usahakan pompa, tapi tak mampu menguras atmosphere yang masuk ke kapal,” jelasnya.

Foto: Ardian Fanani/detikcom
Menurutnya, tidak ada pembiaran yang dilakukan oleh PT PBS terhadap kapal LCT Putri Sritanjung we yang karam tersebut. Pihaknya menunggu kebijakan pemerintah untuk kelanjutan dari kapal buatan 2002 ini.

 

“Kita tidak mungkin mematikan bisnis ini. Namun ini sebagai movement peremajaan atau perbaikan kapal. Kita sewa per tahun Rp 600 juta ke Pemkab,” pungkasnya.

Foto: Ardian Fanani/detikcom
Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Banyuwangi, Nur Agus Suharto mengatakan pihaknya masih memikirkan opsi untuk menyelamatkan operasional kapal. Menurut Agus, operasional dua kapal Sritanjung milik pemkab sudah kembali modal. Bisnis penyeberangan di selat Bali kata dia memang menguntungkan. Sehingga, pemkab akan tetap mengelola usaha daerah bidang penyeberangan.

“Apakah akan kita ganti baru atau menyewa. Nanti kita kaji,” jelasnya.

DPRD Banyuwangi mengecam keras karamnya LCT Sritanjung. Bahkan, mereka menuding ada unsur pembiaran kapal sehingga bisa karam.

Foto: Ardian Fanani/detikcom
“Ini menyedihkan, aset Pemkab tak terurus sampai karam. Padahal, ini menyumbang PAD cukup besar,” kecam Noval Badri, anggota Fraksi Gerindar DPRD Banyuwangi saat mengunjungi kapal tersebut.

Kecelakaan laut kembali terjadi di pesisir selat Bali. Kapal landing qualification tank (LCT) Sritanjung 1, karam di pesisir Bulusan, Banyuwangi, Rabu (8/6) malam. Diduga, kapal milik Pemkab Banyuwangi ini dalam kondisi bocor. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat kejadian, kapal sedang parkir di dermaga sebelah selatan pelabuhan Ketapang.

(try/try)

More banyuwangAi ...