Kambing Banyuwangi Tembus Sulawesi dan Kalimantan

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR — Harga kambing kurban dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, turun sekitar 20 persen tahun ini. Itu sebabnya kata pedagang kambing, Hisyam Baridwan, kambing asal Banyuwangi diburu pembeli.

“Sebelum Idul Adha, banyak pedagang yang mengirim kambing ke Sulawesi dan Kalimantan,” kata Hisyam, kepada Republika, Selasa (13/9).

Berbeda dengan tahun lalu sebut Hisyam, kambing asal Banyuwangi pada lebaran Idul Adha tahun ini diburu orang luar pulau. Sementara tahun lalu sebutnya, kambing asal daerah lain yang membanjiri Banyuwangi. “Lebaran tahun lalu harga kambing di Banyuwangi lebih tinggi sekitar 20-25 persen,” kata Hisyam.

Harga kambing kurban di Banyuwangi tergolong sangat murah, bahkan bisa mencapai separuh dari harga kambing kurban dengan daerah lain, seperti di Denpasar.

Misalnya untuk kambing kurban dengan bobot 26 kilogram hidup, di Denpasar dibandrol Rp 2,4 juta per ekor, sedangkan di Banyuwangi hanya sekitar Rp 1,6 juta.

Menurut Hisyam, itu pula yang menyebabkan banyak umat Islam di Denpasar yang berkurban di Banyuwangi. Mereka, kata Hisyam, membeli kambing di Banyuwangi, kemudian disembelih di Banyuwangi dan kemudian dagingnya dibawa ke Denpasar untuk dibagikan kepada yang berhak.

 

“Kalau harganya terpaut Rp 800 ribu seekor, kalau mereke berkurban sampai lima atau enam ekor, perbedaan harganya sapai Rp 5 juta. Makanya banyak yang berkurban di Banyuwangi,” kata isyam.

Tentang harga kambing kurban yang lebih murah bila dibandingkan dengan harga kambing saat lebaran haji tahun lalu, dibenarkan salah seorang warga, Novel Sastranegara.

Untuk kambing dengan bobot 30 kilogram hidup sebutnya, tahun lalu dia membelinya seharga Rp 3 jutaan, namun sekarang hanya Rp 2,3 juta saja.

“Pedagang kambingnya yang mengatakan kalau tahun ini ada penurunan harga kambing. Mungkin stok kambing di Banyuwangi tahun ini berlebih, sehingga harganya jadi turun,” kata dokter ahli anak itu.

More banyuwangAi ...