Kades Kompak Genjot Program Smart Kampung

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin memastikan module Smart Kampung berjalan dengan baik di semua desa di Banyuwangi. Untuk memastikan itu, Anas menggelar evaluasi dan konsolidasi dengan kepala desa di Balai Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Senin (8/1)

Anas meyakini module Smart Kampung di semua desa bisa memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi warganya. ”Dari 217 desa/kelurahan di Banyuwangi, ada yang module Smart Kampung-nya sudah berjalan dengan baik namun masih ada yang belum maksimal juga. Saya berharap semua kades bisa melakukan langkah-langkah terukur untuk memaksimalkan module Smart Kampung di desanya masing-masing,” pinta Anas kemarin.

Pemkab Banyuwangi telah mengevaluasi pelaksanaan Smart Kampung. Hasilnya, ada 95 desa atau sekitar 44 persen berada pada tahap kategori maju untuk pelaksanaan Smart Kampung, 98 desa (45 persen) tahap berkembang, dan sisanya 24 desa (11) dalam tahap ”kurang berkembang”.

”Ini masih sisa 11 persen, harus bisa ya yang kategori kurang ini naik jadi kategori berkembang. Kita gotong royong bersama kembangkan ini,” ungkap Anas.

Anas menjelaskan, Smart Kampung adalah module pengembangan desa dari berbagai sektor dengan bantuan teknologi informasi (TI). Ada tujuh kriteria Smart Kampung, yaitu pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan seni-budaya, peningkatan SDM, pengentasan kemiskinan, dan melek informasi hukum. ”Semua itu ditopang TI,” jelas Anas.

Kriteria desa yang maju Smart Kampung-nya apabila ketujuh indikator tersebut dipenuhi dengan maksimal. Lewat module Smart Kampung, sejumlah pelayanan publik bisa dilakukan cukup di turn desa.

Misalnya pengurusan Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk akses pelayanan kesehatan yang dulunya warga mengurus hingga ke kantor kabupaten, kini cukup diurus di desa saja. Proses surat keterangan yang dulu memakan waktu berhari-hari, kini lebih singkat hanya beberapa jam saja.

 

Selain itu, kantor desa menjadi pusat beragam aktivitas publik, mulai dari kesenian hingga pendidikan. Smart Kampung juga media untuk memicu desa lebih kreatif. Kini di desa-desa telah banyak module inovatif, misalkan ambulans desa, warung untuk warga miskin, bedah rumah warga miskin yang dibiayai desa, hingga antusiasme desa untuk menggelar tradisi dan menggarap potensi desanya sebagai atraksi dan destinasi wisata.

Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) Agus Tarmizi mengatakan akan terus mendukung module Smart Kampung dan meminta sejawatnya yang belum memaksimalkan module Samrt Kampung bisa mengejar ketertinggalannya.

”Smart Kampung ini bagi kita sangat membantu untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi warga. Warga kami sudah merasakan manfaatnya. Bahkan sudah banyak desa yang membuka pelayanan malam hari,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Zen Kostolani menambahkan semua desa di Banyuwangi saat ini telah menerapkan Smart Kampung. Namun, untuk 24 desa yang masih kurang di antaranya karena beberapa kendala seperti terbatasnya sambungan internet akibat belum teraliri fiber optik. ”Targetnya tahun ini semua desa dialiri fiber optik,” janji Zen.

More banyuwangAi ...

  • Perdana Digelar, Bursa Inovasi Desa SemarakPerdana Digelar, Bursa Inovasi Desa Semarak BANYUWANGI – Tim Inovasi Kabupaten (TIK) bekerja sama dengan Pendamping Desa, menggelar bursa inovasi desa. Berbagai inovasi yang lahir dari desa dipamerkan dalam bursa yang dipusatkan di […]
  • Kalangan Akademisi Kritisi Pemerintahan Bupati AnasKalangan Akademisi Kritisi Pemerintahan Bupati Anas GENTENG-Refleksi akhir tahun yang digelar IKA-PMII Banyuwangi berlangsung seru, Sabtu (30/12). Para tokoh yang hadir dari beragam latar belakang, memblejeti kinerja pemerintah yang […]
  • Ibu-Ibu Senang Anas Mundur dari CawagubIbu-Ibu Senang Anas Mundur dari Cawagub BANYUWANGI – Pasca mengundurkan diri dari gelanggang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, Bupati Abdullah Azwar Anas panen dukungan. Yang terbaru, ratusan perempuan asal lintas […]