Jonatan Christie: Waktu Kalah Itu Saya Sedang Sakit dan Tidak Fit

JawaPos.com-Dua tunggal putra terbaik Indonesia berhasil melaju ke babak tiga Kejuaraan Dunia 2019. Hari ini, di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting sama-sama membukukan kemenangan dua game langsung.

Jonatan mengalahkan pemain Korea Selatan Heo Kwang-hee. Ini adalah kemenangan pertama Jonatan dalam empat pertandingan terakhir. Sebelumnya, dalam tiga bentrok, Jonatan selalu keok. Bahkan dalam dua pertemuan sebelum hari ini, pemain 21 tahun itu kandas dua game. Pada Piala Thomas 2018, Jonatan juga langsung tumbang 17-21, 19-21.

random post

“Terakhir ketemu di Thomas Cup 2018, waktu itu keadaan saya pas kurang fit, habis sakit. Walaupun skor kalah 0-3 tapi saya ingat di pertemuan terakhir saya bisa melawan,” kata Jonatan dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos dari PBSI.

”Walaupun saya nggak fit, tapi mainnya oke. Jadi nanti tinggal diperhatiin lagi pola pukulannya, strategi mainnya di lapangan. Karena tadi beberapa kali Heo Kwang-hee juga punya serangan yang mematikan dan defensenya juga bagus. Cuma tadi kuncinya lebih tenang dan lebih sabar, sama penempatan bolanya lebih ditepatin,” imbuhnya.

“Game pertama Kwang-hee kelihatan agak nervous. Beberapa kali pukulan saya nggak kencang, tapi dia balikinnya nanggung. Jadi saya pikir dia agak tegang. Tapi di game kedua dia mau coba serang saya duluan. Beberapa kali di awal poin sempat keteteran juga tadi dengan kecepatan dia,” ujar Jonatan.

Pada babak tiga, Jonatan akan bertemu pemain 31 tahun asal Denmark Jan O Jorgensen. Meski rekor pertemuan mereka imbang 2-2, Jonatan lebih diunggulkan. Jonatan datang dengan predikat ranking empat dunia. Sementara itu, Jan saat ini berjajar di posisi 20 dunia. Sebelumnya, Jan mengalahkan pemain Indonesia Tommy Sugiarto dengan skor telak 21-11, 21-15.

“Setiap pemain itu punya kebagusan dan keunikan masing-masing. Jadi ngga bisa dibilang lawan ini lebih enteng, lawan itu lebih berat, nggak ada. Semuanya sama. Siapa yang lebih siap, yang lebih bagus preparenya, itu yang membedakan hasil di pertandingan,” kata Jonatan.

Di sisi lain Anthony, lolos usai menekuk langkah pemain asal Inggris Toby Penty. Butuh waktu 39 menit buat Anthony untuk memastikan kemenangan dua game langsung 21-11, 21-19.

“Puji Tuhan hari ini merasa enak mainnya dari game pertama. Kondisi lapangan kalah menang angin. Game pertama saya kalah angin, jadi dia banyak melakukan kesalahan sendiri, out ke belakang. Saya juga lebih leluasa. Game kedua kebalikannya, dia serangannya sudah dapet,” kata Anthony.

Pada babak berikutnya, Anthony akan menantang Sai Praneeth (India). Head-to-head keduanya tercatat imbang 2-2. Terakhir mereka berhadapan di Australian Open 2019. Ketika itu, Anthony menang 25-23, 21-9.

“Lawan Praneeth bakalan ramai juga, karena pertemuan sebelumnya menang kalah, ramai juga. Persiapannya besok latihan lagi untuk mematangkan pukulan dan pergerakan kaki lebih disiapkan lagi. Dari pikiran juga harus lebih siap capek dan siap susah di lapangan,” ungkap Anthony.

Hasil bagus tunggal putra tak diikuti tunggal putri. Fitriani gagal memberikan kejutan dan akhirnya terhenti di tangan unggulan dua, Tai Tzu-ying pada babak dua World Championships 2019. Fitriani keok dalam dua game langsung 15-21, 14-21 dalam 33 menit.

More banyuwangAi ...