Jembatan Penghubung Dua Dusun di Banyuwangi Rawan Ambrol …

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kondisi jembatan Lastono yang mengubungkan Dusun Sukorejo dengan Dusun Krajan Lor di Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh terancam ambrol.

Pasalnya, pondasi bagian bawah jembatan telah mengalami retak hingga melebar sekitar satu meter. Kondisi ini diperparah dengan intensitas curah hujan yang cukup deras sehingga membuat volume atmosphere yang melewati sungai di bawah jembatan itu meninggi.

“Retaknya patahan padas di aliran sungai tuban itu tanpa diketahui sebab yang jelas. Karena mendadak dari arah belakang rumahnya terdengar suara gemuruh cukup keras,” ungkap Suwandi warga setempat, Rabu (8/12/2016)

Akibat kejadian itu, Suwandi langsung menengok ke sumber suara itu terdengar. Ternyata dia melihat batuan padas yang berada di bawah jembatan retak menganga. Beruntung, pondasi jembatan Lastono yang menuju Situs Syeh Siti Jenar itu tidak ikut ambruk.

“Cukup berbahaya, karena pondasi jembatan nyaris ikut ambrol. Bisa-bisa jembatan juga akan ambrol,” ujar Suwandi

Khawatir terjadi sesuatu, Suwandi segera memberikan informasi ke warga, termasuk ke juru kunci situs Lastono. Hingga kemudian, warga memberikan tanda larangan bagi roda untuk tidak melintas di jembatan itu.

“Sementara kendaraan besar atau mobil tidak boleh lewat. Khawatir kalau terkena getaran kendaraan justru akan semakin parah kerusakannya,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Lemahbang Kulon, Agin Sunyoto mengaku sudah mengetahui kondisi patahan padas pada bagian pondasi jembatan lastono tersebut. Dia juga sudah berkirim surat dan melaporkan peristiwa itu kepada pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Camat Singojuruh, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang agar segera mendapatkan prioritas perbaikan.

“Jembatan itu akses menuju kawasan situs Lastono Syeh Siti Jenar dan pemakaman umum, serta merupakan jembatan penghubung dua dusun dan untuk mengangkut hasil pertanian antara dua Dusun,” jelas Agin

Jembatan itu, kata Agin, juga salah satu akses menuju pemakaman umum, kalau tidak melewati jembatan bisa memutar dengan jarak cukup jauh sekitar dua kilometer. Maka pihaknya meminta agar jembatan itu segera diperbaiki.

“Jembatan bisa saja akan runtuh sewaktu-waktu aliran sungai terjadi banjir besar. Sehingga akan berakibat putusnya sambungan ekonomi warga dan terhambatnya saluran air,” tandasnya. (rin/ted)

More banyuwangAi ...