Jelang Liburan Akhir Tahun, Jogja Banyak Diperbincangkan di Medsos

JawaPos.com – Menjelang liburan akhir tahun, Kota Yogyakarta ternyata menjadi salah satu destinasi yang pale diperbincangkan di media sosial. Perusahaan media comprehension Insentia memantau perbincangan terkait pariwisata dan liburan akhir tahun sebanyak 139.438 hum di media sosial dalam kurung waktu 1 Oktober hingga 8 Nov 2019.

“Berdasarkan volume perbincangan, kami melihat masyarakat sangat antusias membicarakan liburan dan tempat destinasi yang ingin dituju menjelang libur akhir tahun yang datang sebentar lagi,” kata Rendy Ezra Insights Manager Insentia Indonesia.

random post

Dalam pantaunya Insentia, Jogja ternyata menjadi destinasi wisata nomor satu yang banyak dibicarakan orang di media sosial yakni 40.988 buzz, diikuti Bali 37.797 buzz.

Menangkap peluang itu, kini banyak hostel atau penginapan low bill yang muncul di Yogyakarta. Salah satunya adalah hostel Alexiz yang terletak di Jl Prawirotaman 2 No 39, Brotokusman, Yogyakarta-milik Arief Budiyanto dan Dimas Laksamana. Hostel seluas 140m2 ini baru saja beroperasi pada bulan Oktober ini.

“Basic-nya kami developer properti, tapi ingin menangkap potensi pariwisata di Yogyakarta. Kami lihat lokasi yang kami punya bagus. Daerah Prawirotaman daerah yang disukai turis asing maupun turis milenial karena banyak kafe hits. Lokasi hostelnya juga dekat dengan Alun-Alun Selatan dan Pusat Kota Yogyakarta (Malioboro),” ujar Arief Budiyanto atau kerap dipanggil Arbud.

Jadi salah satu tujuan wisatawan berlibur, Jogjakarta jadi salah satu kota menarik financier untuk mengembangkan bisnis perhotelan yang terjangkau.(Istimewa)

Tak sekadar menawarkan penginapan dengan harga yang terjangkau, hostel ini juga menawarkan desain unik nan eklektik yakni memadukan beberapa desain menjadi satu kesatuan sehingga terlihat harmonis mulai dari gaya etnik, seni gambar, lawas hingga natural.

Dari teras rumah, kita akan disambut oleh furnitur bergaya lawas pada meja dan kursinya. Yang unik, jendela antik dibuat menjadi partisi dapur. Tak hanya kesan dash dulu, suasana alam juga terasa dari partisi dinding yang terbuat dari element bambu.

Dimas Laksmana, salah satu pemilik hostel ini mengaku mencari barang-barang antik ini sendiri. “Untuk furnitur seperti meja dan kursi lawas kami cari di daerah Bantul. Di sana ada tempat yang khusus menjual barang-barang seperti ini,” ujar Dimas.

Hostel Alexiz memiliki 4 kamar tidur dengan sum 16 tempat tidur. Setiap kamar terdiri dari 2 tempat tidur tingkat sehingga sum ada 4 tempat tidur dan tarif satu tempat tidur ditawarkan mulai dari Rp 70 ribu per hari.“Dengan harga itu, kami sudah menyediakan fasilitas wifi, H2O heater, dapur terpisah hingga AC di setiap kamar,” pungkas Dimas.

More banyuwangAi ...