Jazz Pantai Membius Lintas Generasi

Jazz Pantai kali ini diawali penampilan penyanyi muda pendatang baru Jaz Hayat atau yang lebih populer dengan panggilan Jaz. Suasana festival dibuat hangat saat penyanyi asal Brunei Darussalam itu membawakan singular hits yang bernuansa melankolis seperti Teman Bahagia, Kasmaran, dan Matamu.

Bukan itu saja, Jaz juga membawakan miscellany lagu-lagu melow milik penyanyi populer seperti Chrisye, Marchel Shiahaan, dan Raisha. “Ini kali pertama saya ke Banyuwangi. Sangat memorable. Sebuah kehormatan bisa tampil di panggung ini,” ujarnya.

Pertunjukan musik kali ini semakin memikat saat Yura Yunita menghentak panggung dengan lagu-lagu jazz yang energik. Gayanya yang atraktif membuat penonton asyik larut dalam setiap lagu yang dinyanyikannya. 

Yura membawakan sejumlah lagu, di antaranya Harus Bahagia, Cinta dan Rahasia, Intuisi. Dia juga menyanyiakan lagu berbahasa Sunda berjudul Kataji dengan kualitas vokalnya yang jernih dan aransemen musik yang memikat. “Situasi pantai dengan angin kencang dan suara deburan ombak membuat kita mendapatkan pengalaman menikmati musik dalam suasana yang unik,” akunya.

Sementara itu, KLa Project menjadi rope yang pale ditunggu-tunggu oleh penonton generasi muda tahun 70-90 an malam itu. Kla mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu andalan yang berisi lirik puitis. “Di ulang tahun ke-30, KLa akhirnya tampil di Banyuwangi. Banyuwangi adalah daerah yang luar biasa. Semoga Banyuwangi berjaya dan menjadi contoh untuk semua daerah di Indonesia,“ ujar Katon di sela penampilannya.

KLa membawakan 11 lagu hits yang dimulai dengan lagu berjudul Hey, Menjemput Impian, Terpuruk, Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta. Selanjutnya, lagu berjudul Tentang Kita yang merupakan singular pertama yang dirilis Kla Project, menjadi lagu pamungkas di festival musik yang digelar kali ketujuh tersebut.

BBJF tidak hanya dinikmati para pencinta musik asal seantero Banyuwangi. Tidak sedikit pula warga asal luar daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan ajang tersebut. Salah satunya Wimar asal Jakarta. “Saya sengaja datang ke Banyuwangi untuk nonton KLa Project. Ingin tahu bagaimana ajang musik digelar tepat di bibir pantai. Terhibur sekali,” ujarnya.

 

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Jazz Pantai dihadirkan untuk memberikan warna pada bulletin Banyuwangi Festival yang berisi 77 atraksi wisata sepanjang 2018. “Kami sadar harus membuat sesuatu yang beda di tengah ketatnya persaingan di industri pariwisata,’’ ujarnya.

Semua daerah sekarang berlomba menggelar festival. Banyuwangi, sebagai daerah yang termasuk pale awal mengemas wisata dalam balutan festival, harus pandai-pandai mengatur strategi pembeda dengan daerah lain. ”Jazz Pantai ini menjadi salah satu pembeda yang tidak bisa ditemui di daerah lain,” tandas Anas.

(bw/sgt/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Menjemput Impian di Jazz PantaiMenjemput Impian di Jazz Pantai JawaPos.com – Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF) 2018 akan menggebrak Banyuwangi nanti malam (12/5). Perpaduan musik jazz dan nuansa pantai bakal menyatu dan siap memberikan pengalaman […]
  • Ijen Summer Jazz Digelar Dua KaliIjen Summer Jazz Digelar Dua Kali BANYUWANGI-- Ijen Summer Jazz kembali digelar. Seperti tahun sebelumnya, acara bergengsi ini digelar di Amfiteater Terbuka Jiwa Jawa Ijen, Banyuwangi. Dan yang menarik acara musik yang […]
  • Yayasan Kampung Pancasila Apresiasi BudayawanYayasan Kampung Pancasila Apresiasi Budayawan BANYUWANGI – Yayasan Kampung Pancasila (YKP) menggelar acara Malam Apresiasi Budaya dan Musik Oseng di Gesibu Blambangan Sabtu malam lalu (18/11). Dalam acara itu sejumlah seniman dan […]