Jauhi Alzheimer dengan 3 Langkah Aktif untuk Lansia

JawaPos.com – Kondisi para lansia umumnya sering merasa sendirian. Sebab, mereka biasanya sudah tidak bekerja atau bahkan suami atau istri sudah meninggal dunia. Sedangkan anak-anak sudah berkeluarga dan bekerja. Itulah sebabnya banyak lansia yang tinggal sendiri di rumahnya.

Tapi jika dibiarkan, perasaan kesepian karena tidak ada kegiatan bisa berujung pada depresi. Atau bahkan penyakit Alzheimer yang merupakan bagian dari demensia bisa saja dialami para lansia. Salah satu gejalanya adalah disorientasi lingkungan dan ruang serta waktu, lupa atau biasa disebut pikun, bahkan tak tahu jalan pulang.

random post

“Ayo tetap aktif karena biasanya saat usia pensiun enggak ada aktivitas. Beberapa kasus bermula dari depresi. Keluarganya bilang, sudahlah enggak usah melakukan apa-apa, semua sudah disiapkan. Dan banyak juga lansia yang sudah ditinggalkan pasangan lebih dulu,” Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia, Patricia Tumbelaka kepada JawaPos.com, baru-baru ini.

Untuk itu, pentingnya bagi para anak agar tetap mengajak para orang tua di usia senja tetap aktif atau berkegiatan. Dalam ‘Bulan Alzheimer Sedunia’, diharapkan para naka muda bisa membantu mencegah gejala alzheimer pada orang tua.

“Isu lansia harus digaungkan kepada anak muda sebagai pencegahan. Banyak anggapan sudah tua, pikun wajar. Tapi pesannya, menjadi tua itu enggak harus pikun lho. Masih banyak orang tua beraktivitas, bisa mandiri, ingatannya masih kuat,” sambungnya.

Maka ada beberapa langkah agar lansia tetap aktif dan mandiri di usia lanjut. Seperti saran dari Dokter Spesialis Olahraga dr. Sophia Hage, Sp. KO. Apa saja?

1. Olahraga

Menirut dr. Sophia, keluarga harus mengetahui olahraga apa yang disukai lansia. Jika suka senam aerobic maka ikuti saja sebisa kemampuan mereka.

“Jika sebelumnya suka aerobic tapi jangan jauh-jauh, nanti takut hilang atau takut lupa jalan pulang. Sesuaikan dengan kesenangan. Jangan terus diam saja di rumah,” jelasnya.

2. Berkebun

Para lansia juga umumnya suka berkebun. Siapkan segala fasilitas baik bibit dan pekarangan sebagai ruang agar mereka beraktivitas.

“Sehingga bisa melatih untuk tetap mandiri dan beraktivitas,” jelasnya.

3. Berjalan Kaki

Berjalan kaki kelolimg komplek perumahan atau bahkan berjalan kaki keliling mal juga boleh. Hal itu melatih kebugaran para lansia dengan berjalan kaki.

“Ke mal boleh asalkan kuncinya adalag ditemani. Apalagi jika lansia sudah menunjukkan gejala diorientasi lupa ruang dan waktu. Harus ditemani, jangan tinggalkan mereka sendirian,” tegas dr. Sophia.

More banyuwangAi ...