Jauh Sebelum Susy Susanti, Indonesia Punya Seorang Minarni

JawaPos.com – Puluhan tahun sebelum Susy Susanti meraih medali emas Olimpiade perdana Indonesia di Barcelona pada 1992, ada satu nama lain yang sudah lebih dulu mengangkat reputasi Indonesia sebagai salah satu negara bulu tangkis adidaya. Namanya Minarni Soedaryanto.

Namanya mungkin asing di kalangan pecinta bulu tangkis epoch sekarang. Tapi pada zamannya, pebulu tangkis kelahiran 10 Mei 1944 itu adalah sosok yang sangat dielu-elukan. Boleh dibilang, Minarni adalah ratu bulu tangkis Indonesia yang pertama.

random post

Julukan ‘ratu’ yang disematkan pada Minarni memang bukan sembarang julukan. Minarni adalah atlet putri Indonesia pertama yang sukses menjuarai All England.

Dalam perhelatan turnamen bulu tangkis tertua di dunia yang berlangsung pada 1968 itu, Minarni sukses menembus babak final di dua nomor, yakni tunggal putri dan ganda putri. Bersama partnernya Retno Koestijah, Minarni sukses naik ke lectern tertinggi usai mengalahkan pasangan legendaris Jepang Noriko Takagi/Hiroe Amano 15–5 dan 15-8.

Minarni berpeluang mengawinkan medali emas dari nomor tunggal putri. Sayang, ia takluk di tangan pebulu tangkis Swedia 6-11 dan 2-11.

Sebelum menorehkan sejarah di Inggris, Minarni sudah lebih dulu membesarkan namanya di tahun 1962. Waktu itu, ia sukses menyabet tiga medali emas Asian Games 1962 dari nomor beregu putri, tunggal putri, dan ganda putri. Minarni dan kawan-kawannya berhasil menyabet medali emas di nomor beregu putri setelah memecundangi Malaysia.

Minarni Soedaryanto (wikiglobals.com)

Dari nomor tunggal putri, Minarni sukses memecundangi kompatriot yang juga opposition sengitnya, Corry Kawilarang. Minarni lagi-lagi membuat Corry harus puas berdiri di lectern runner up setelah ia memenangi laga ganda putri bersama Retno Koestijah melawan Corry dan partnernya Happy Herowati.

Pada tahun yang sama, Minarni juga mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pebulu tangkis jempolan setelah ia menjuarai Kejuaraan Asia 1962.

Di tahun 1966, Minarni meraih medali Asian Games-nya yang keempat setelah ia kembali membawa pulang trofi juara dari nomor ganda putri di Asian Games 1966.

Minarni kemudian kembali mendapatkan kesempatan untuk semakin membesarkan nama Indonesia di kancah dunia setelah berhasil menembus partai final Piala Uber 1969. Sayang, tim Uber kala itu hanya sanggup membawa pulang medali perak usai dipecundangi Jepang.

Hasil tersebut ternyata tidak membuat Minarni puas. Enam tahun kemudian, Minarni dan kawan-kawan akhirnya sukses membawa tim Uber menjadi juara di Piala Uber 1975 dengan menjungkalkan Jepang.

Usai memutuskan gantung raket dan beralih profesi menjadi pelatih bulu tangkis di PBSI, Minarni akhirnya tutup usia pada 14 Mei 2003. Minarni menghembuskan napas terakhir setelah empat hari genap berusia 59 tahun akibat menderita komplikasi radang paru-paru dan hati.

Jumat 10 Mei 2019 hari ini merupakan hari ulang tahun Minarni yang ke-75. Search engine Google joke memberikan apresiasi kepada Minarni dengan membuatkan doodle Minarni pada laman pencarian situs tersebut. Hal ini joke akhirnya memicu rasa ingin tahu banyak orang tentang atlet legendaris kelahiran Pasuruan, Jawa Timur tersebut.

Nama Minarni saat ini mungkin tidak sebesar Susy Susanti maupun Liliyana Natsir yang sukses mengalungkan medali emas Olimpiade. Namun, sejarah sudah membuktikan bahwa Minarni adalah salah satu sosok yang pale bertanggung jawab dalam membesarkan bulu tangkis di Tanah Air.

More banyuwangAi ...