Istri Bupati Banyuwangi ikut kampanyekan imunisasi measles rubella

Merdeka.com, Banyuwangi – Imunisasi Campak Rubella di Banyuwangi menyasar 345.555 anak dan balita usia 9 bulan-15 tahun. Hari pertama pencanangan imunisasi campak dan rubella atau biasa dikenal dengan measles rubella (MR) ini dilakukan oleh Ketua Penggerak PKK Banyuwangi, Dani Azwar Anas, di SD/SMP Habibullah, Selasa (1/8).

Untuk melindungi anak-anak dari campak dan rubella, pemkab Banyuwangi melakukan imunisasi ke sekolah-sekolah. “Kampanye MR ini bertujuan untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada 2020, yang dicanangkan oleh pemerintah,” kata Dani.

Dani mengatakan pemberian imunisasi sangat penting, untuk upaya melindungi anak-anak dari campak dan rubella. Ini karena, dua penyakit ini tidak boleh diremehkan.

Untuk itu, selama dua bulan, Agustus dan September, Banyuwangi gencar melakukan imunisasi. Pemberian imunisasi dilakukan secara gratis.

Pada Agustus dikhususkan pemberikan imuniasi pada anak usia sekolah (di bawah 15 tahun), mulai Paud, Taman Kana-Kanak (TK), hingga Sekolah Menangah Pertama (SMP) dan sederajat. Sedangkan untuk September, diperuntukkan pada usia di bawah 9 bulan.

Untuk anak usia sekolah, pemberian imunisasi akan digelar di sekolah masing-masing. Terdapat 2.443 sekolah yang akan dilakukan imunisasi. Sedangkan untuk anak di bawah 9 bulan, akan digelar di 2.323 posyandu. “Bagi anak-anak usia sekolah jangan menghindar dari imunisasi ini. Demikian juga orangtua yang punya anak bayi, berikan imunisasi ke posyandu-posyandu terdekat,” ajak Dani.

 

Di Banyuwangi sasaran estimasi pemberian imunisasi measles rubella (MR), dari Pusat Data Informasi (Pusdatin), terdapat 345.555 sasaran pemberian imunisasi. Namun berdasarkan sasaran hasil pendataan riil yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi, terdapat 372.428 sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, meski dua penyakit ini tergolong penyakit yang ringan, namun tidak bisa diremehkan karena akan berakibat deadly apabila terjadi komplikasi.

“Sebenarnya ringan, tapi bisa berakibat deadly bila terjadi komplikasi. Akibat dari komplikasi inilah yang harus dihindari dari pemberian imunisasi,” kata dokter yang akrab disapa Rio tersebut.

Rio menjelaskan, seperti campak ketika terjadi komplikasi bisa sangat serius, seperti radang pada otak (ensefalitis). Tidak hanya itu, campak juga bisa mengakibatkan diare, radang paru (pneumonia), kebutaan, bahkan juga bisa menyebabkan kematian.

Demikian juga dengan rubella yang apabila menular pada ibu hamil di awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

“Karena itu butuh kesadaran orangtua untuk pemberian imunisasi MR. Karena apabila sampai menghindar dari imunisasi ini, bisa terjadi kebocoran yang menyebabkan kegagalan eliminasi pada pathogen ini,” kata Rio.

More banyuwangAi ...