Inspektur Cilik Inovasi Baru Banyuwangi Awasi Siswa SD


Inspektur Cilik Inovasi Baru Banyuwangi Awasi Siswa SDFoto: Putri Akmal


Banyuwangi – Di Banyuwangi, ada inovasi baru untuk mengawasi anak-anak sekolah agar tidak jajan sembarangan. Namanya, inspektur cilik.

Apa itu? Yaitu module pengawasan yang dilakukan oleh sesama peserta didik yang dilakukan esama siswa. Di module ini siswa SD di tiap sekolah akan dipilih oleh sesama temannya dan diberi jabatan. Di tiap kelas, tugas inspektur cilik ini antara lain sebagai pengawas.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat pertemuan dengan 153 calon kepala sekolah SD di pendopo Banyuwangi, mengatakan pihaknya sengaja membentuk pengawas cilik ini untuk saling mengingatkan agar tidak jajan makanan sembarangan yang mengandung zat berbahaya. Tak hanya itu, inspektur cilik juga sebagai garda depan untuk mengawasi teman-temannya yang kesulitan sekolah.

 

“Bukan hanya mengawasi jajanan temannya, namun Inspektur Cilik juga harus melaporkan ke pihak sekolah bila ada temannya yang tidak bisa sekolah maupun yang berpotensi tidak bisa melanjutkan sekolah. Biasanya siswa lebih tahu dulu kondisi temannya,” kata Anas.

Meski ada inspektur cilik, namun kata Anas, pengawasan makanan tetap menjadi tanggung jawab pihak sekolah, terutama kepala sekolah. Sebab menyoal tentang kesehatan bukan hanya tanggung jawab bidang kesehatan saja, tapi tanggung jawab bersama.

Anas joke menegaskan kepala sekolah harus berani mengajak penjaja makanan di sekolah untuk diskusi dan duduk bareng. Mereka harus diajak bersama untuk tidak menggunakan bahan makanan berbahaya. Seperti zat pewarna pakaian, penyedap makanan ataupun minyak yang dipakai berulang kali.

Dalam kesempatan itu, Anas juga meminta kepada sekolah untuk menjadi manajer di sekolahnya. Yakni bertanggung jawab terhadap anak didik juga terhadap lingkungan di sekitar sekolahnya.

“Sudah tidak ada alasan lagi bagi kepala sekolah untuk tidak bisa menyelesaikan masalah anak putus sekolah. Pemkab dan juga aparat desa serta masyarakat sudah memiliki jaring pengaman untuk mereka. Mulai dari module garda ampuh, siswa asuh sebaya, hingga beasiswa Banyuwangi Cerdas,” tegas Anas.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...