Ini Langkah Serius Bupati Anas Siapkan Generasi Emas di Banyuwangi




Banyuwangi – Mempersiapkan generasi emas berkualitas, Pemkab Banyuwangi serius jajaki peningkatan kapasitas SDM dengan melibatkan pendidikan keluarga dan sekolah yang dimulai dari PAUD.

Peningkatan, perbaikan infrastruktur dari pinggiran desa dan peningkatan proses pembelajaran menjadi langkah awal yang dikerjakan. Untuk mendorong hal tersebut, Pemkab Banyuwangi mendorong naiknya anggaran pendidikan hingga 21 Miliar.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjabarkan, anggaran miliaran rupiah tesebut terbagi menjadi dua sector. Angka Rp 7.8 M didorong dari APBD Banyuwangi yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur pendidikan dari pinggiran desa. Lalu APBN beri apresiasi module Banyuwangi kucuran senilai 14 M, yang diperuntukkan untuk proses pembelajaran siswa sekolah.

Salah satu module yang dijagokan dalam mencetak anak berkualitas yaitu pendidikan golden peroide. Yaitu dengan memfokuskan dan  memaksimalkan golden duration anak, terutama usia 0-5 tahun.

“Anak-anak usia 0-5 tahun kita dampingi dan prioritaskan sekolahnya mulai dari alat peraga hingga gizi semasa pertumbuhan,” kata Anas, Kamis (25/2/2016).

Selain mensinergikan module golden duration melalui sekolah PAUD, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan pendidikan pra-nikah, pendidikan ibu hamil, ilmu parenting (ilmu tentang pengasuhan dan pendidikan anak. Anas menuturkan parenting dinilai penting karena ada interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak-anak, mulai memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak.

 

“Modul parenting-nya disiapkan oleh Dinas Pendidikan. Nanti KUA fokus ke pendidikan pranikah pada aspek ilmu membina dan mendidik keluarga dari sisi agama. Puskesmas dan Posyandu ke aspek kesehatan ibu hamil dan balita, termasuk pemberian makanan tambahan untuk pemenuhan gizi. Dinas Pendidikan nanti intervensi ke PAUD-PAUD. Modul yang berisi segala sesuatu, A sampai Z, tentang anak dan cara mendidiknya bakal disebar ke Posyandu-Posyandu, kantor desa, dan tempat-tempat publik,” kata Anas.

Kepala Dinas Pendidikan, Sulihtiyono, menambahkan, module golden duration ini terbuka bagi semua PAUD di Banyuwangi. Dalam waktu dekat pihaknya akan mencetak PAUD percontohan yang bisa di adopsi oleh seluruh lembaga pendidikan usia dini. Diknas kini masih membuka lebar kesempatan bagi PAUD yang ingin tergabung dalam module ini. Namun beberapa persyaratan tentu harus dimiliki, semisal berbadan hukum dan memenuhi unsur kelayakan pendidikan.

“Masih terbuka dan cara mengajukan dana PAUD itu tentu sekolah yang resmi, memenuhi unsur kelayakan dan berbadan hukum,” pungkasnya.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...