Ini cara Anas dorong pertumbuhan wajib pajak & investasi di Banyuwangi

Merdeka.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memiliki strategi agar pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kabupaten Banyuwangi meningkat. Dengan mendorong sektor pariwisata dan menguatkan akar kebudayaan, Banyuwangi memiliki ekotourism dengan segmentasi wisatawan sendiri.

Anas berupaya mengenalkan potensi pariwisata di Banyuwangi dengan tidak diiringi perizinan mendirikan tempat-tempat hiburan dan hotel kelas melati. Namun justru menguatkan penginapan home stay agar bisa menyatu dengan masyarakat dan mengizinkan pendirian hotel kelas bintang 4-5 yang bisa memberi pelayanan berkualitas.

“Hotel kelas melati, tempat karaoke, tempat hiburan tidak kami izinkan. Ketika kami larang, dulu saya dikritik. Namun saat ini investasi kita malah rangking 3 setelah Gresik dan Surabaya,” ujar Anas kepada para peserta Gathering Pajak di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat (21/4).

Tahun lalu kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Banyuwangi sudah mencapai 80 ribu orang, dengan aim sebanyak 45 ribu dengan sum belanja Rp 500 miliar. Mayoritas 30 persen mengunjungi Gunung Ijen, sisanya ke wisata budaya dan pantai. Sementara jumlah wisatawan domestik mencapai 2,7 juta dari aim 2,3 juta.

Dari situ, nilai investasi di Banyuwangi tahun 2016 sum mencapai Rp 3 trili9un lebih, dengan rincian Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 27,8 miliar, Penanaman Modal Dalam Neger (PMDN) Rp 2,76 triliun dan Instansi daerah senilai Rp 781 miliar.

Dari situ, Anas mengajak para wajib pajak agar menggunakan Tax Monitor yang sudah bisa memonitor transaksi pemilik usaha melalui jaringan telekomunikasi. Kemudian meminta kepada pelaku usaha makro untuk mengurus izin wajib pajak di Banyuwangi, agar pajaknya bisa masuk di Banyuwangi. Sebab beberapa pusat pembelanjaan di Banyuwangi, pemasukan pajak yang menerima di Surabaya.

Anas kemudian mengapresiasi beberapa pelaku usaha seperti restoran, rumah makan, bioskop dan cafeteria yang sudah memasang Tax Monitor. “Saya terima kasih kepada pelaku usaha seperti Restoran java banana, cafeteria zul, conato cafeteria dan lainya yang sudah pasang pajak taks monitor,” ujar Anas.

Anas melanjutkan, Kabupaten Banyuwangi memang mencoba menyajikan konsep pariwisata ekotourism agar masyarakat mendapatkan manfaatnya. “Karena konsepnya kami ekotourism. Agar pembangunan daerah ini bisa seimbang dan harmonis dengan lingkungan budayanya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi, Naiful Huda mengatakan, tahun ini sudah ada 9 pelaku usaha yang sudah memasang taxation guard dan tahun ini akan dipasang 29. “Mulai Desember yang dipasang 9, kemudian akan dipasang lagi 25,” kata Huda.

More banyuwangAi ...