Ingin bangun perekonomian Jatim, Gus Ipul mau tiru sukses Banyuwangi

Merdeka.com – Maju Pilgub Jawa Timur 2018, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ingin meniru sukses Banyuwangi mengelola pemerintahannya. Maka tak salah jika dia menggandeng Bupati Abdullah Azwar Anas di Pilkada serentak tahun depan.

Lihat saja, selama memimpin Banyuwangi sejak 2010 silam, Anas mampu mengerek perekonomian daerahnya. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Bumi Blambangan pada 2010, tembus Rp 32,46 triliun. Kemudian meningkat Rp 36,95 triliun di 2011. Kembali naik Rp 42,10 triliun di 2012, Rp 47,23 triliun (2013), dan Rp 53,37 triliun (2014).

Dari information Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan perkapita masyarakat di Bumi Blambangan mengalami lonjakan sekitar 62 persen dari Rp 20,8 juta di 2010 menjadi Rp 33,6 juta di 2014.

“Dulu Banyuwangi selalu tertinggal dari Kabupaten Malang, karena di sana indikator pertumbuhan ekonomi dari pariwisatanya sangat hebat. Namun sekarang kita sudah bisa melampaui Kabupaten Malang,” kata Anas bangga kala itu.

Dari aspek kapasitas fiskal, kemampuan APBD di Banyuwangi juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Belanja pemerintah turut menggerakkan perekonomian. Jika pada 2010, APBD baru hanya Rp 1,29 triliun, maka di 2015 tembus ke angka Rp 3 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 133 persen.

Sementara berdasarkan information resmi Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit di Banyuwangi pada 2010 mencapai Rp 3,29 triliun dan terus tumbuh menjadi Rp 8,93 triliun di 2015. Maka secara kumulatif, penyaluran kredit di Banyuwangi tumbuh 171,43 persen atau rata-rata 34,82 persen pertahun.

 

Level pertumbuhan tersebut, di atas rata-rata pertumbuhan kredit secara nasional yang hanya di kisaran 15 persen per tahun. Kredit macet atau non behaving loan (NPL), juga berhasil ditekan dari 4,1 persen menjadi 2,1 persen di 2014.

Berkaca dari sukses Anas di Banyuwangi inilah, menginspirasi Gus Ipul untuka membangun Jawa Timur seperti Banyuwangi. Sebab, angka kemiskinan perdesaan di provinsi timur Pulau Jawa ini masih mencapai 11,7 persen. Hanya turun 5 persen dari 16 persen.

“11,7 Persen ini memang masih besar. Tapi Jatim adalah provinsi dengan kontribusi penurunan kemiskinan terbesar. Inflasi di Jatim juga selalu terkendali. Banyak daerah yang juga luar biasa, salah satunya Banyuwangi. Pengurangan angka kemiskinan di Banyuwangi adalah yang tercepat,” papar Gus Ipul dalam keterangan persnya, Senin (4/12).

Pengalaman seperti Banyuwangi inilah, lanjutnya, yang nantinya bisa ditiru untuk diterjemahkan di Jawa Timur. “Jadi Jatim itu butuh pemimpin yang berpengalaman bukan sekadar banyak omong dan bagi-bagi uang dan program. Kalau hanya membagi uang semua bisa. Tapi Jatim ini buruh inovasi seperti Banyuwangi,” tegasnya.

Pengangguran juga menjadi PR bagi Jawa Timur. Saat ini, katanya, secara terus menerus dikurangi dengan membuka banyak pendidikan vokasional serta memperbanyak pelatihan kerja bagi para lulusan SMK, SMA, dan MA.

“Para petani kita juga polanya juga harus diubah. Selama ini petani menjual gabah ke kota dan mereka membeli beras dari kota. Saat ini kontribusi pertanian kita baru 13 persen, ini yang harus ditingkatkan,” kata Gus Ipul. [rnd]

More banyuwangAi ...