Ikuti Menu Pilihan Anak akan Semangat Berpuasa

Menahan makan dan minum bagi anak tentu bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan peran orang tua dalam memberikan pembelajaran serta pelatihan protocol ibadah yang satu ini. ”Tidak ada salahnya sejak dini anak dilatih untuk berpuasa,” saran psikolog Puskesmas Licin, Yulianah.

Salah satu upaya menanamkan dan membiasakan anak puasa sejak dini dengan memberikan pemahaman terkait ibadah puasa itu sendiri. Lakukan dengan bercerita terkait makna puasa. Isinya bisa dikemas dalam bentuk cerita seputar pengalaman orang tua saat pertama kali menjalankan puasa.

Langkah tersebut bisa diikuti dengan memberikan pemahaman dan arti puasa. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh anak. Ekspresikan puasa dengan kegiatan positif dan menyenangkan agar anak bersemangat dan tertarik menjalankan ibadah puasa. ”Ciptakan suasana puasa yang menyenangkan seperti menggelar sahur atau buka bersama. Isi puasa dengan kegiatan menyenangkan seperti bermain dan lainnya,” imbuh alumnus Universitas Gajah Mada tersebut.

Momen buka puasa dan sahur menjadi momen krusial selama menjalankan puasa. Mempersiapkan menu kegemaran anak tidak ada salahnya. Bisa juga menu yang disajikan berdasar pilihan anak. Ini bisa mendorong motivasinya untuk berpuasa.

Dan yang terpenting sesuaikan pelaksanaan ibadah puasa ini berdasar usia anak. Untuk yang kali pertama berpuasa bisa jadi tidak akan kuat untuk berpuasa seharian penuh. Latih secara bertahap seperti mulai menahan makan dan minum sampai pukul sembilan, dua belas, tiga sore, hingga akhirnya mencapai seharian penuh.

Saat anak berhasil mencapai aim puasa yang ditetapkan, tidak ada salahnya orang tua memberikan apresiasi. Bentuknya bisa dengan mengajak berbuka puasa di luar rumah atau lainnya. Usahakan jangan memberikan hadiah agar fokus dan motivasi anak berpuasa semata-mata bukan untuk mengejar pemberian hadiah. (nic/bay)

(bw/mls/ics/JPR)

 

More banyuwangAi ...