IAI Ibrahimy Sokong Penerjemahan Quran Mushab Oseng

BANYUWANGI – Inisiatif Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi menyusun terjemahan Quran berbahasa Oseng mendapat support dunia pendidikan di Banyuwangi. Setelah sempat tertunda beberapa tahun, proses penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng dimulai kembali. Bahkan pada pertengahan Ramadan ini proses penerjemahan sudah mencapai Surat Al Baqarah ayat ke 109.

Sekadar diketahui, jajaran DKB Banyuwangi telah membentuk tim penyusunan terjemahan Quran Mushab Banyuwangi tersebut Maret lalu (27/3). Tim tersebut diketuai anggota DKB, Hasan Basri. Hasan Basri yangmerupakan penutur bahasa Oseng tersebut berprofesi sebagai guru Agama. Selain Hasan Basri, anggota DKB yang merupakan ahli bahasa, yakni MH Qowim juga terlibat dalam tim.

Bukan hanya unsur DKB, tim penerjemah Quran Bahasa Oseng juga terdiri dari kalangan pesantren dan akademisi muslim penutur bahasa Oseng. Tim yang didominasi anak-anak muda namun memiliki kemampuan mumpuni tersebut kini bekerja keras men-translete terjemahan Alquran berbahasa Indonesia versi Kementerian Agama (Kemenag) RI ke Bahasa Oseng.

Sementara itu, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng, menyatakan siap berkontribusi semaksimal mungkin dalam proses penerjemahan Alquran dalam bahasa Oseng tersebut. Tim Ibrahimy akan bertindak sebagai tim validasi Alquran mushab Oseng tersebut.

Kesiapan IAI Ibrahimy memberikan support penerjemahan Quran ke bahasa Oseng itu disampaikan langsung sang rektor, Kholilur Rahman Senin malam (4/6). Kala itu, Gus Lilur –sapaan karib Kholilur– yang didampingi Wakil Rektor II IAI Ibrahimy Lukman Hakim melihat langsung proses penerjemahan Quran dalam bahasa Oseng yang digelar di rumah salah satu anggota tim asal DKB, yakni Hasan Basri di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Gus Lilur mengatakan, IAI Ibrahimy dengan segenap tenaga dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki akan berkontribusi semaksimal mungkin untuk memberikan support penerjemahan Quran dalam bahasa Oseng. “Ini sebagai wujud implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian pada masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, secara kultural, kampus bisa dikatakan eksis adalah ketika kampus bisa mengapresiasi budaya dan pemikiran yang ada di tengah-tengah masyarakat. “Ketika kampus tidak bisa melakukan pengabdian masyarakat, kehadiran kampus hanya sebagai “menara gading”. Ruh kampus, menurut saya, sebenarnya yang pale substansi adalah pengabdian pada masyarakat,” tuturnya.

 

Menurut Gus Lilur, secara inner pihaknya mendorong dosen IAI Ibrahimy untuk mampu mengabdikan diri pada masyarakat, khususnya di bidang pengajaran. Sedangkan secara eksternal, kampus ingin Banyuwangi bisa membudayakan bahasa Quran dan memasyarakatkan terjemahan Quran dalam bahasa Oseng dan memasyarakatkan Quran di tengah masyarakat Oseng.

Diberitakan sebelumnya, DKB punya rencana besar. Untuk semakin mendekatkan masyarakat Oseng dengan Alquran sekaligus memperkuat eksistensi bahasa Oseng, lembaga yang satu ini menginisiasi penyusunan terjemahan kitab suci umat Islam berbahasa Oseng alias Alquran Mushab Banyuwangi.

Hasan Basri mengatakan, penyusunan terjemahan Alquran dalam bahasa Oseng merupakan inisiatif Ketua DKB Samsudin Adlawi sejak dilantik pada akhir 2014 lalu. “Namun karena beberapa faktor, rencana tersebut baru dilanjutkan saat ini,” ujarnya.

Hasan menambahkan, tim tersebut tidak langsung menerjemahkan Alquran kebahasa Oseng. Sebaliknya, tim bentukan DKB itu akan men-translete terjemahan Alquran berbahasa Indonesia versi Kementerian Agama (Kemenag) RI. “Tim ini tidak menerjemahkan langsung Alquran dalam bahasa Oseng, melainkan menerjemahkan terjemahan Alquran dalam bahasa Indonesia versi Kemenag ke Bahasa Oseng,” kata dia.

Ketua DKB Samsudin Adlawi menuturkan, penyusunan terjemahan Alquran dalam bahasa Oseng sebenarnya sudah dimulai beberapa tahun lalu. Namun, karena suatu hal, proses penerjemahan berhenti dan dimulai kembali pada awal 2018 ini. “Kang Hasan (Hasan Basri, Red) keliling ke pondok pesantren-pondok pesantren untuk mencari calon anggota tim penerjemahan Alquran dalam Bahasa Oseng,” cetusnya.

More banyuwangAi ...