Harga Telur Tembus Rp 26 Ribu per Kg

Harga telur yang terus naik itu, membuat pembeli telur ayam resah, terutama para pemilik usaha kecil dan menengah. “Saya punya usaha makanan yang bahan bakunya pakai telur, kalau harga naik jatah telur saya kurangi, karena tidak mungkin menaikkan harga makanan,” ujar Firman Hadi, 40, penjual jajanan depan SDN di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi, Ketut Kencana mengatakan, pasokan telur ayam dan daging ayam ras dari peternak saat ini berkurang. Penyebabnya, pemerintah melarang penggunaan vaksin AGP (Antibiotic Growth Promoter) yang biasanya digunakan oleh peternak. Vaksin tersebut dilarang karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat. “Dampak dari larangan penggunaan vaksin itu penurunan produktivitas ayam,” katanya.

Ketut memprediksi harga telur dan daging ayam ras akan terus naik hingga menjelang Lebaran 2018. “Perkiraan hanya telur dan daging ayam saja yang naik. Sedangkan untuk daging sapi harganya relatif stabil dikisaran angka Rp110 ribu per kilogram,” tandasnya.

(bw/kri/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Harga Daging Ayam Naik Tipis, Telur Malah TurunHarga Daging Ayam Naik Tipis, Telur Malah Turun JawaPos.com – Harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Banyuwangi cenderung stabil beberapa hari terakhir. Meski demikian, pergeseran harga terjadi pada beberapa jenis komoditas, seperti […]
  • Cabai Merah Merangkak NaikCabai Merah Merangkak Naik Pedagang yang lain, Kiyama menuturkan, harga cabai rawit bertahan sebesar Rp 70 ribu per Kg sejak Sabtu hingga kemarin. Sebaliknya, harga cabai merah yang sebelumnya cenderung stabil, […]
  • Dinas Pertanian Dorong Perluasan Buah Naga OrganikDinas Pertanian Dorong Perluasan Buah Naga Organik Menurut Hoiri, di Banyuwangi ada sekitar 2.283 hektare tanaman buah naga dengan produksi 255 kuintal per-hektare. Khusus di Kecamatan Sempu, terdapat 67 hektare tanaman buah naga dengan […]