Gregoria Mariska: Ada Kesempatan Sedikit Lagi, Tapi Saya Sia-Siakan

JawaPos.com-Gregoria Mariska Tunjung masih belum bisa melewati tembok tebal bernama Ratchanok Intanon. Berjumpa enam kali, tunggal terbaik Indonesia tersebut selalu kalah. Terbaru, hari ini, Gregoria kandas pada babak ketiga Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss.

Bermain di locus berkapasitas 9.000 penonton, St. Jakobshalle, Gregoria bertekuk lutut dalam rubber diversion pada kedudukan 21-18, 21-23, dan 10-21.

random post

Intanon menang dalam dash 1 jam dan 5 menit.

Gregoria Mariska: Ada Kesempatan Sedikit Lagi, Tapi Saya Sia-Siakan
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi pemain Indonesia pertama yang melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia 2019. (PP PBSI )

Gregoria pada ambang kemenangan ketika dia mencapai match indicate dalam kedudukan 20-18 di game kedua. Namun, Intanon bisa bangkit, merebut tiga poin beruntun, dan unggul 21-20. Kondisi sempat sama kuat 21-21. Tetapi dalam situasi sangat kritis, Intanon mencetak dua angka beruntun, menghindarkannya dari kekalahan, dan membawa pertandingan menuju game ketiga.

Dalam game penentuan itu, Intanon yang sudah sangat percaya diri, tanpa kesulitan mampu berlari sangat cepat untuk meninggalkan Gregoria jauh di belakang. Dia menang telak dengan skor 21-10.

Kekalahan Gregoria ini setipe dengan yang dia derita pada babak kedua Indonesia Open 2019. Unggul dulu pada game pertama, Gregoria kalah dramatis pada game kedua, lantas dibantai Intanon pada game ketiga.

Game pertama dan kedua kurang lebih sama. Saya bisa mengimbangi kecepatan dia di lapangan. Walaupun di game kedua dia agak mengubah pola, tapi saya lebih cepat untuk tahu,” kata Gregoria dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

”Tapi tadi pas saya leading 20-18, saya malah jadi tegang sendiri, kurang sabar dan pengen buru-buru. Lawan juga semakin enak. Sebenarnya dia dari awal sudah enak, tapi bola-bolanya yang mematikan kebanyakan sudah saya jagain semua. Pas di game kedua saya kebawa tegang, kurang rileks tangannya. Kayak kencang semua,” imbuh atlet besutan klub Mutiara Bandung tersebut.

Meskipun kalah, namun penampilan Gregoria sebetulnya meningkat. Footworknya makin lincah. Pukulannya makin variatif. Pemain 20 tahun itu juga semakin sabar. Namun memang, kelemahan Gregoria adalah dia kerap gugup dalam situasi kritis. Fisiknya juga terlihat kedodoran kalau categorical dalam rubber game.

Namun, Gregoria menolak anggapan bahwa kondisi fisiknya menurun drastis di game ketiga.

“Sebenarnya di game ketiga saya nggak habis, lawan juga lumayan kekuras tenaganya. Cuma tadi, saya masih kepikiran hasil di game kedua. World Champs ada kesempatan sedikit lagi, tapi saya sia-siakan. Game ketiga saya nggak lepas dan lawan lebih percaya diri,” ucap Gregoria.

”Saya tahu pikiran itu tidak menguntungkan saya. Akhirnya saya coba untuk menikmati game ketiganya saja. Seenggaknya walaupun saya kalah, saya dapat banyak pelajaran dari pertandingan hari ini,” imbuhnya.

Kekalahan Gregoria ini memastikan habisnya tunggal putri Indonesia di Kejuaraan Dunia 2019. Sebelumnya, Fitriani sudah kalah pada babak kedua dari pemain tip asal Taiwan, Tai Tzu-ying.

Sementara itu, ganda putra comparison Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi wakil pertama Indonesia yang lolos ke babak perempat final World Championships 2019. Mereka menang relatif mudah atas pasangan Skotlandia Alexander Dunn/Adam Hall dengan skor telak 21-19, 21-16.

Hendra/Ahsan mengatakan bahwa lawannya tampil bagus dan tak mudah untuk diatasi. Pada game pertama, Dunn/Hall bahkan banyak memimpin skor hingga pertengahan game. Beruntung, pada akhirnya, Hendra/Ahsan bisa mengatasinya dan merebut kemenangan.

“Alhamdulillah bisa menang, lawan juga bermain cukup baik. Kami baru pertama kali bertemu,” kata Ahsan usai laga dalam siaran pers PP PBSI.

Pada babak perempat final, Hendra/Ahsan akan menghadapi unggulan ke-13 asal Taiwan Liao Min-chun/Su Ching-heng. Mereka mengalahkan ganda Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dalam rubber diversion 21-19, 12-21, dan 21-17.

More banyuwangAi ...