Gerebek Pengepul Tuak di Muncar

        Gencarnya operasi bersandi Tumpas Narkoba 2018 yang dimulai 13-24 Apr tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan. Hasil pengungkapan kasus tersebut menempatkan Polres Banyuwangi di urutan keempat di Jajaran Polda Jatim.

        Peringkat teratas ditempati Polrestabes Surabaya disusul Gresik dan Sidoarjo. ”Selama 12 hari operasi, hasil ungkap kasus kita menempati ranking empat di Jatim. Untuk kasus obat daftar G sebanyak 27 kasus dengan 28 orang tersangka, dan barang bukti sebanyak 9.754 butir pil koplo. Sementara untuk miras sebanyak 206 kasus dengan jumlah tersangka 206 orang,” ungkap Kasat Narkoba Polres Banyuwangi  AKP M. Indra Nadjib.

        Sementara itu, meski nangkring di peringkat empat, razia narkoba dan miras terus digencarkan. Rabu malam (25/4), Satuan Sabhara  berhasil menggerebek pengepul sekaligus pedagang tuak skala besar di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.     

Pelaku adalah Yuli Maskana, 47, warga Dusun Krajan RT 003/ RW 019, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Dari lokasi tersebut polisi mengamankan 18 jeriken ukuran isi 35 liter, satu jeriken ukuran isi 10 liter. Jeriken tersebut digunakan untuk tempat penampungan miras jenis tuak.

        Polisi juga menyita dua selang plastik dengan panjang dua meteran, saringan, dan corong plastik. ”Saat kami gerebek, hanya tersisa satu jeriken ukuran 35 liter berisi atmosphere tuak yang masih utuh, 18 jeriken lainnya sudah kosong dan telah terjual,” ungkap Kasat Sabhara AKP Basori Alwi.

        Untuk mengungkap pedagang miras di kawasan Kota Ikan tersebut memang tidak mudah. Untuk memastikan jika pedagang masih menjual miras, polisi harus menyamar sebagai pembeli. Dua anggota Sabhara yang masih muda dengan berpakaian preman nyaru sebagai pembeli miras layaknya para pembeli lainnya dengan mengendarai motor.

        Lokasi rumah penjual miras tersebut berada di belakang Koramil Muncar dan masuk squad sempit dengan jarak sekitar 100 meter. Dari lokasi rumah pelaku, dua anggota Sabhara tersebut mendapati ada belasan pemuda lain yang juga sedang mengantre untuk membeli miras jenis tuak dari pelaku.

 

        Pelaku tampaknya juga cukup licin dalam menjalankan bisnis atmosphere memabukkan tersebut. Air tuak tidak disimpan di dalam rumahnya, melainkan di rumah kosong yang masih proses pembangunan yang berjarak sekitar 20 meter.

        Setiap pembeli diminta menunggu beberapa menit di rumah pelaku. ”Selama membeli miras itu, dua anggota kami juga melakukan pengintaian setiap gerak-gerik pelaku,” jelasnya.

        Dua anggota Sabhara yang membeli akhirnya diberikan atmosphere tuak dari pelaku. Satu botol atmosphere tuak dengan isi 1,5 liter dijual seharga Rp 20 ribu. Tak lama kemudian, anggota Sabhara lainnya yang dipimpin Kasat Sabhara langsung merangsek ke lokasi rumah penjual.

        Kedatangan petugas sempat membuat pelaku kalang kabut dan terkejut. Bahkan, satu kresek berisi empat botol miras jenis tuak sempat dilempar ke luar pagar. Beruntung polisi dengan sigap melihat peristiwa itu dan segera mengamankannya. Saat diinterogasi di mana lokasi miras tersebut disimpan, pelaku sempat mengelak.

        Namun, dengan pendekatan secara persuasif pelaku akhirnya menunjukkan tempat penyimpanan miras jenis tuak yang diperoleh dari Kecamatan Blimbingsari tersebut. Puluhan jeriken atmosphere tuak itu disimpan di sebuah kamar kosong di rumah yang belum tuntas dibangun.

        Dari dalam lokasi ruangan kamar kosong itulah polisi mendapati puluhan jeriken dan ratusan botol bekas atmosphere vegetable dengan berbagai ukuran yang diduga digunakan untuk wadah atmosphere tuak dalam melayani setiap konsumen yang datang.

        Seketika itu juga, polisi langsung membawa seluruh jeriken, selang, saringan, corong, dan botol bekas atmosphere vegetable tersebut ke dalam mobil pikap yang sudah disiapkan. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Banyuwangi. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 204 KUHP, tentang tindak pidana membahayakan nyawa atau kesehatan orang, dengan ancaman hukuman selama-lamanya 15 tahun penjara. ”Setelah kami amankan, tersangka berikut barang bukti kami limpahkan penanganannya ke Satuan Reskrim Polres Banyuwangi,” ujar Kasat Sabhara AKP Basori Alwi. (ddy/aif/c1)

(bw/ddy/aif/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Mabuk, Dihukum Lari dan Push UpMabuk, Dihukum Lari dan Push Up         Warga yang resah melaporkan peristiwa itu kepada satuan linmas. Bersama-sama warga, kelima pemuda itu langsung diringkus warga dan diamankan ke kantor desa. ”Mereka saya […]
  • Tiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir MuncarTiga Rumah Warga Ikut Terendam Banjir Muncar Keiga rumah milik warga yang ikut terendam itu adalah milik Imam Wahidi, 39; Andik, 37, dan Sunyono, 63. Dari ketiga rumah itu, yang paling parah milik Sunyono. Sebab, di bagian dapur […]
  • Sita Ratusan Botol Miras di Toko KelontongSita Ratusan Botol Miras di Toko Kelontong Kapolsek Wongsorejo Iptu Kus­min mengatakan, perda­ga­ngan miras ilegal tersebut melanggar pasal 3, pasal 10, dan pasal 15 Per­da Banyuwangi No 12 tahun 2015 tentang Penga­wasan, […]