Gandeng Ruangguru Pelajar Banyuwangi Bisa Akses Bimbel Gratis

Pemkab Banyuwangi kembali melakukan inovasi dalam pengembangan masyarakat. Untuk memajukan dan mencerdaskan generasi muda di zaman Now, Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas melaunching module Kampung E-Learning di Kantor Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, kemarin (12/2).

Program yang diluncurkan untuk mendorong pemerataan pendidikan berkualitas hingga ke desa itu, Pemkab Banyuwangi menggandeng perusahaan teknologi pendidikan PT Ruang Raya Indonesia (ruangguru.com). Pembelajaran berbasis digital ini, seiring berjalannya module Smart Kampung yang memacu masuknya teknologi informasi di desa-desa yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

INOVATIF: Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memberi sambutan sebelum melauncing module Kampung E-Learning di Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, kemarin (12/2).

INOVATIF: Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memberi sambutan sebelum melauncing module Kampung E-Learning di Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, kemarin (12/2).
(BAGUS RIO/JPRG)

“Selama ini yang bisa dapat les tambahan atau bimbel (bimbingan belajar) hanya pelajar dari keluarga mampu yang ada di pusat kota. Nah sekarang, pelajar dari keluarga kurang mampu dan tinggal di desa, juga bisa mendapatkan bimbel yang berkualitas dengan metode belajar yang terstandarisasi,” cetus Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas mengatakan kolaborasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi dengan ruangguru.com ini, membuka akses seluas mungkin bagi pelajar desa dalam mendapatkan berbagai pembelajaran berbasis digital secara gratis. “Sebagai kerangka dari Smart Kampung Banyuwangi, module ini disebut Kampung E-Learning. Nanti pelajar-pelajar di desa bisa belajar lewat sistem ini. Yang tidak punya smartphone belajarnya di balai desa. Sudah disiapkan pula bulletin belajar bareng di balai desa dengan sistem ini,” katanya.

KOLABORASI: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan  CEO PT Ruang Raya Indonesia, Belva Syah Devara usai menandatangani MoU didampingi Kepala Dispendik Sulihtiyono (kiri), Asisten Pemerintahan, Agus Siswanto, dan Ketua PGRI Banyuwangi, Teguh Soemarno, kemarin (12/2).

 

KOLABORASI: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan CEO PT Ruang Raya Indonesia, Belva Syah Devara usai menandatangani MoU didampingi Kepala Dispendik Sulihtiyono (kiri), Asisten Pemerintahan, Agus Siswanto, dan Ketua PGRI Banyuwangi, Teguh Soemarno, kemarin (12/2).
(BAGUS RIO/JPRG)

Menurut Bupati Anas, module ini sengaja digenjot di desa sebagai bagian dalam menyukseskan Nawacita Presiden Joko Widodo, terkait komitmennya dalam membangun bangsa dari pinggiran. “Jadi bimbelnya di balai desa berbasis online, ini akan sangat membantu para pelajar desa, jadi tak harus ke pusat kota untuk dapat bimbel,” ujarnya.

CEO Ruangguru, Belva Syah Devara, mengatakan kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi ini menjadi pengalaman baru bagi Ruangguru. Dia mengapresiasi komitmen Banyuwangi yang berupaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak desa, melalui instrumen berbasis teknologi. “Saya kira ini luar biasa, ini kerja sama pertama kami dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.

SIMBOLIS: Bupati Abdullah Azwar Anas didampingi Kepala Dispendik Sulihtiyono, CEO PT Ruang Raya Indonesia Belva Syah Devara, Asisten Pemerintahan, Agus Siswanto, Ketua PGRI Banyuwangi Teguh Sumarno, memencet tombol saat launcing module Kampung E-Learning di Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, kemarin (12/2).

SIMBOLIS: Bupati Abdullah Azwar Anas didampingi Kepala Dispendik Sulihtiyono, CEO PT Ruang Raya Indonesia Belva Syah Devara, Asisten Pemerintahan, Agus Siswanto, Ketua PGRI Banyuwangi Teguh Sumarno, memencet tombol saat launcing module Kampung E-Learning di Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, kemarin (12/2).
(BAGUS RIO/JPRG)

Belva mengaku module ini sangat memudahkan para pelajar yang ingin mendapat tambahan ilmu. Belajar dengan menggunakan tool sangat menarik para siswa. Karena banyak siswa yang memang sehari-harinya selalu bermain gadget. “Saya rasa ini aplikasi yang sangat mudah dan banyak anak yang suka. Ruangguru sebelumnya juga diminta Bapak Presiden Joko Widodo untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan nasional,” cetusnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, mengatakan module Kampung E-Learning ini dilaksanakan di 24 desa yang ada di 24 kecamatan dari 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Kecamatan yang tidak diikutkan dalam module ini Kecamatan Banyuwangi karena telah lebih maju dibanding lainnya. “Setiap kecamatan kita ambil satu desa yang ada Smart Kampungnya, setiap desa ada 10 siswa yang akan kita ikutkan module ini,” terangnya.

(BAGUS RIO/JPRG)

Sebanyak 10 siswa itu, jelas dia, akan diajarkan module aplikasi ini sampai menguasai. Selanjutnya, mereka diharapkan bisa mengajari teman-temannya. “Kalau satu anak bisa mengajari 10 temannya, jadi kalau 10 anak bisa mengajari 100 temannya. Maka module ini akan bisa merambah kemana-mana dengan cara belajar bersama dengan temannya,” cetusnya.

Dengan adanya module ini, Sulihtiyono berharap bisa meningkatkan nilai atau kualitas pada penerus bangsa. Kemajuan zaman seperti saat ini, membuat semua siswa ataupun para remaja selalu memegang gadget. Sehingga, mereka seperti mementingkan gadgetnya. “Kita berusaha mengubah nilai tool yang selalu merusak bangsa tersebut, padahal tool juga bisa menjadi alat untuk mencerdaskan bangsa,” ungkapnya. (*)

(bw/rio/rbs/JPR)


Hasil Labfor Kebakaran Sinar Fresh Belum Kelar


Berikutnya

Wisata UAP Glenmore Sajikan Keindahan Alam

More banyuwangAi ...