Ganda Indonesia No 149 Dunia Tampil Mengejutkan Untuk Menjadi Juara

JawaPos.com-Ganda putra Amri Syahnawi/Muhammad Fachrikar P. Mansur meneruskan kehebatan mereka pada ajang Kejuaraan Nasional PBSI 2019.

Pasangan DKI Jakarta itu sukses menjadi juara nomor ganda dewasa putra kemarin (28/11). Pada partai final, Amri/Fachrikar mengandaskan unggulan keempat Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.

random post

Amri/Fachrikar yang menempati ranking 149 dunia tersebut menang dalam straight games 21-19, 21-15. Mereka menuntaskan pertandingan dalam tempo 44 menit.

Perjalanan Amri/Fachrikar memang sangat mantap pada ajang yang berlangsung di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang tersebut. Pada semifinal, mereka mengandaskan unggulan ketiga Frengky Wijaya Putra/Sabar Karyaman Gutama.

Sedangkan di perempat final, Amri/Fachrikar bahkan lebih hebat lagi. Yakni menyingkirkan unggulan kedua yang juga juara dunia junior 2019 Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Sementara itu, Nandini Putri Arumni asal Jawa Tengah berhasil menjadi juara tunggal taruna putri. Dia menundukkan Siti Sarah Azzahra asal DKI Jakarta dengan skor 14-21, 21-15, 21-19.

Nandini Putri Arumni menjadi juara tunggal taruna putri Kejurnas PBSI 2019 di Palembang. (PP PBSI)

Hasil ini mengantarkan Nandini untuk bisa meraih tiket magang ke Pelatnas PBSI Cipayung. Atas keberhasilannya tersebut, tunggal putri asal PB Djarum Kudus itu mengatakan sangat berbahagia.

”Terima kasih sama Allah SWT. Gelar juara ini buat orang tua, pelatih. Kejurnas ini lawannya sama juga dengan turnamen lain, jadi sudah tahu satu sama lain kekurangan dan kelebihannya. Setiap pertandingan nggak ada yang nggak mungkin. Yang penting yakin aja. Setiap main harus yakin bisa,” kata Nandini dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Nandini tidak mudah meraih kemenangan ini. Dia mengaku sempat tegang karena Sarah merupakan pemain yang lebih junior. Karena itulah, dia kalah telak pada game pembuka.

Namun, dia berhasil bangkit pada game kedua.

Pada game ketiga, Nandini sempat tertinggal jauh 11-18. Namun secara perlahan dia mencoba mengejar ketertinggalannya. Beberapa kesalahan sendiri yang Sarah lakukan, akhirnya membuat Nandini mendapatkan momentum kemenangan.

”Tadi game pertama kecolongan, tapi game kedua bisa ambil. Game ketiganya sudah ketinggalan jauh, saya mikirnya ya sudah yang penting jangan mati sendiri saja. Terus saya kejar satu-satu poinnya. Terus tadi sempat jatuh juga, tapi Alhamdulillah bisa menang,” kata Nandini.

More banyuwangAi ...