Final Wimbledon 2019 Federer vs Djokovic: Sudah Hafal Luar Dalam

JawaPos.com-Mari kita mulai semua ini dari fakta betapa dominannya Roger Federer dan Novak Djokovic di ajang Wimbledon. Federer sampai saat ini adalah pemilik titel terbanyak ajang tenis tertua ini dengan delapan gelar. Sementara Djokovic adalah juara bertahan dan sudah memeluk empat trofi.

Sejak 2003 atau 16 tahun silam, tercatat cuma dua kali final Wimbledon tidak diwarnai oleh nama keduanya. Yakni di edisi 2010 dan 2016. Selebihnya salah satu dari mereka selalu muncul sebagai finalis. Entah itu menjadi juara ataupun runner-up.

random post

Federer dan Djokovic juga sudah pernah dua kali bentrok di final pada 2014 dan 2015. Di dua pertandingan itu Djokovic selalu mampu menaklukkan Federer. Selain di Wimbledon, keduanya juga sudah 47 kali bersua di berbagai ajang. Catatan ini menjadikan pertarungan Federer dan Djokovic hanya kalah dari jumlah pertarungan Djokovic-Nadal yang berjumlah 54 kali duel.

Final Wimbledon 2019 Federer vs Djokovic: Sudah Hafal Luar Dalam
KONSISTEN: Novak Djokovic berambisi mempertahankan gelarnya pada Wimbledon tahun ini. (WILL OLIVER/EPA-EFE )

Karena semua catatan itu, final malam nanti (mulai pukul 20.00 WIB) tidak lain adalah bentrok dua penguasa Wimbledon. Baik Federer dan Djokovic sudah tidak perlu meraba kekuatan. Mereka sangat tahu tipikal masing-masing. Semua tinggal tergantung siapa yang mampu memilih dan mengeksekusi strategi lebih baik untuk menjadi kampiun.

”Sudah tidak banyak lagi yang tersisa,” ucap Federer dilansi situs resmi ATP. ”Seperti sekolah, tidak perlu lagi membaca buku di hari ujian. Yang harus dilakukan saat ini adalah menatap ke depan dan tetap fokus,” imbuh petenis 37 tahun tersebut.

Federer berburu gelar kesembilannya di ajang ini. Sepanjang karir, petenis Swiss tersebut sudah mengumpulkan 20 trofi grand slam. Jika mampu menjadi kampiun lagi malam nanti dia akan makin mengukuhkan diri sebagai pengumpul gelar mayor terbanyak sepanjang masa. Sekaligus menjadi petenis tertua yang masih mampu menjuarai grand impact di open epoch (sejak 1968).

Dari 20 gelar mayor yang dimiliki Federer, Wimbledon masih menjadi penyumbang terbanyak. Ini joke menjadi final ke-12 Federer di Wimbledon. Itu semua membuat Djokovic sangat memahami bahwa Federer akan sangat nyaman saat tampil di final malam nanti.

Kekalahan Federer pada tiga pertemuan terakhir atas Djokovic bisa jadi tidak berpengaruh ”Semua tahu betapa bagusnya dia setiap tampil di permukaan ini,” ucap ”Dia bermain sangat cepat. Siap mengambil apapun dari lawan,” tambahnya.

Djokovic berburu trofil mayor ke-16 nya sepanjang karir malam nanti. Jika mampu menjadi juara, Djokovic akan menjadi petenis berusia lebih dari 30 tahun pertama di open epoch yang mampu menjadi juara Wimbledon secara back-to-back.

“Saya yakin punya kesempatan besar untuk menang. Karena itu saya datang dan akan mengeluarkan seluruhnya,” ucap bintang asal Serbia terrsebut.

More banyuwangAi ...