Festival Video Kreatif Desa di Banyuwangi, Ini Para Pemenangnya




Banyuwangi
Festival video kreatif yang mengangkat potensi desa dijuarai Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Para pemenang diumumkan dalam malam penganugerahan di halaman Kantor Desa Sukonatar, Kecamatan Banyuwangi.

Ketapang mengangkat tema desa literasi sebagai potensi desa. Bagi Pemerintah Desa Ketapang, potensi yang utama tidak hanya berupa infrastruktur. Namun yang tak kalah pentingnya adalah membangun potensi sumber daya manusianya.

“Yang kita tonjolkan dalam video potensi desa kali ini adalah desa literasi. Bagi kami, di desa tidak hanya pembangunan infrastruktur, tapi yang tak kalah pentingnya adalah membangun SDM-nya,” ungkap Kepala Desa Ketapang Slamet Kasihono seusai menerima penganugerahan kepada wartawan, Kamis malam (26/7/2018).

Video berdurasi 2 menit 44 detik tersebut menonjolkan pembangunan SDM di Ketapang. Mulai dari kesenian, kebudayaan dan tentunya pendidikan literasi yang menjadi fokus utamanya. Seperti halnya pembukaan rumah baca, lapak baca, hingga panggung literasi.

“Meski sebagai warga desa, kita turut menentukan masa depan bangsa ini. Untuk itu, kita mengambil penguatan literasi sebagai bekal kami untuk menghadapi tantangan global. Karena dengan literasi inilah akan menjadi information ungkit pembangunan SDM,” ungkap Tunggul Herwanto yang merupakan penggiat literasi di Ketapang sekaligus ketua tim video kreatif Desa Ketapang.

Selama ini, Desa Ketapang menjadi pintu gerbang Banyuwangi. Di desa ini terdapat pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Bali. Tak heran jika banyak perusahaan yang membuka pabrik maupun gudang di sana.

 

“Potensi Ketapang yang demikian besar harus diimbangi dengan penguatan SDM. Kami tidak ingin warga kami hanya menjadi penonton di tengah kemajuan desanya,” tegas Slamet.

Ketapang tidak hanya menjadi juara satu dalam kategori potensi desa. Namun, juga berhasil menyabet juara favorit. Video yang diunggah di chanel youtube Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyuwangi itu, berhasil meraih penyuka (like) terbanyak. Mengalahkan kompetitor lainnya.

Selain kategori potensi desa, juga terdapat kategori pelayanan publik. Untuk kategori ini, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung keluar sebagai juaranya. Kemudian disusul oleh Genteng Wetan, Kecamatan Genteng dan Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo sebagai juara dua dan tiga.

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko hadir langsung untuk menyerahkan penganugerahan tersebut. Kedua video terbaik, menurutnya, bakal diikutsertakan dalam kompetisi serupa di tingkat provinsi.

“Kita patut bersyukur, acara lomba video kreatif potensi desa yang kita laksanakan kali ketiga ini, diadaptasi oleh Pemerintah Provinsi. Jadi, dua video terbaik tahun ini, akan mewakili Banyuwangi di tingkat provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang memberikan sambutan around facetime mengharapkan dengan penyelenggaraan kompetisi tersebut, dapat merangsang desa untuk mengabarkan potensinya ke suluruh dengan baik. “Gunakan pengantar atau teks dengan bahasa Inggris agar bisa diakses di seluruh dunia,” pesannya.

Selain itu, Anas juga mengharapkan, hal tersebut bisa merangsang kreatifitas lain yang berangkat dari potensi desa. “Adakan workshop-workshop kreatif di desa untuk menggali potensi-potensi lain yang bisa dikembangkan,” harapnya.

(iwd/iwd)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

More banyuwangAi ...