Evaluasi Program, Anas Sambangi Gakin

Rumah Ibu Pariasih, penderita kanker payudara di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi mendapat kesempatan pertama dikunjungi Anas malam itu. Di sana, Anas memastikan bahwa Pariasih sudah tertangani dengan baik oleh Puskesmas setempat. ”Dia ber-KTP Bali, namun tetap akan kita upayakan pengobatannya dari sini. Semua karena faktor kemanusiaan. Dalam waktu dekat, beliau akan segera dirujuk ke rumah sakit yang penanganannya lebih lengkap,” jelas Anas. 

Selain itu, Anas juga mendatangi sejumlah warga penerima module Rantang Kasih, module pemberian makanan bergizi secara rutin setiap hari ke lansia miskin yang sudah tidak produktif.  Salah satunya rumah Sutini, warga Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Di sana, Anas berbincang dengan nenek tersebut, dan merasa terenyuh mendengar kisahnya. Kaki kanan Sutini putus sejak usia 12 tahun, sehingga sehari-hari terpaksa menggunakan kaki palsu. Seiring bertambahnya usia, kondisi kaki palsu Sutini sudah tidak pas lagi. ”Alhamdulillah, Bapak. Kaki palsu saya sudah dapat segera diganti. Saya sekarang juga sudah tidak perlu susah lagi perkara makan, karena setiap hari sudah ada yang mengantarkan makanan,” kata Sutini. 

Sembari memegang tangan nenek tersebut, Anas berjanji segera menggantinya. ”Saya sudah minta Puskesmas, dan sedang proses pemesanan. Sabar ya Bu, kita upayakan cepat,” janji Anas. 

Anas mengatakan bahwa kunjungannya ini sebagai bagian dari evaluasi module Rantang Kasih yang sudah berjalan tiga bulan. Ini sekaligus upaya untuk menggugah rakyat Banyuwangi agar lebih peduli dengan kondisi sekitarnya.  ”Ramadan ini selalu mengingatkan kita untuk peduli dan berbagi, lewat kewajiban mengeluarkan zakat. Untuk itu, mari kita siapkan zakat dan sedekah kita. Mari bagi rezeki kita dengan yang membutuhkan,” jelas Anas. 

Pemkab Banyuwangi, lanjut Anas, telah menyediakan data-data para mustahik (penerima zakat) yang bisa diakses lewat aplikasi android ”Jalin Kasih”. Mulai dari nama dan alamat para lansia, warga hingga anak sekolah miskin yang layak dibantu ada di aplikasi tersebut. ”Pemberi zakat bisa memilih dan mengantarkan langsung ke penerima zakat yang dipilihnya. Karena nama dan alamat berdasar information geospasial,” kata Anas.  

Selain itu, lanjut Anas, bisa juga zakat diberikan lewat Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Banyuwangi. Selama ini, Pemkab Banyuwangi telah berkolaborasi dengan Baznas yang menyalurkan bantuan secara rutin kepada mereka yang membutuhkan. ”Lewat kolaborasi inilah yang akhirnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Karena Baznas menyalurkannya berdasar laporan dan information kemiskinan yang sudah ada, sehingga lebih tepat sasaran,” jelas Anas. 

 

Usai dari rumah warga tersebut, Anas melanjutkan kegiatannya dengan mengunjungi kantor Kelurahan Kampung Mandar. Anas ingin melihat kondisi desa dan kelurahan yang telah berinovasi membuka pelayanan publik malam hari. (afi)

(bw/mls/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik 2018 untuk BanyuwangiPenghargaan Pembangunan Daerah Terbaik 2018 untuk Banyuwangi Saat ini, Kementerian Perencanaan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai, Banyuwangi sukses melampui empat parameter yang ditetapkan. Ada empat parameter dan […]
  • Kades Kompak Genjot Program Smart KampungKades Kompak Genjot Program Smart Kampung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin memastikan program Smart Kampung berjalan dengan baik di semua desa di Banyuwangi. Untuk memastikan itu, Anas menggelar evaluasi dan […]
  • Ibu-Ibu Senang Anas Mundur dari CawagubIbu-Ibu Senang Anas Mundur dari Cawagub BANYUWANGI – Pasca mengundurkan diri dari gelanggang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, Bupati Abdullah Azwar Anas panen dukungan. Yang terbaru, ratusan perempuan asal lintas […]