Ekonomi Banyuwangi Melesat Gara-gara Pariwisata


Jakarta, CNN Indonesia — Pariwisata Kabupaten Banyuwangi membuat pertumbuhan ekonomi daerah itu berada di level 5,6% atau lebih tinggi dari ekonomi nasional sebesar 0,53 persen.

“Rapor pariwisata Banyuwangi saat ini sangat positif. Dan ini buah kerja bersama dari semua elemen di Banyuwangi. Dalam beberapa tahun terakhir, kami sangat fokus mendorong sektor pariwisata. Hasil positif yang didapat joke sangat luar biasa,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada Rabu (24/10).

Pariwisata juga mengubah angka pengangguran terbuka yang turun 50 persen di kisaran angka 3,07 persen. Padahal pada 2010-an, angka pengangguran terbuka masih ada di angka 6 persen.

“Kami benar-benar mendapatkan manfaat dari ini semua. Ada banyak problem yang teratasi. Apa yang kami usahakan ini bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat. Kami serius membangun pariwisata,” katanya.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi naik 115,4 persen yakni sekitar Rp 69,9 triliun.

Jumlah Wisatawan

Pariwisata juga ditopang jumlah arus masuk wisman yang tumbuh 691 persen dan ada di turn 98.970 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada 2010 yang mencapai 12.500 orang.

 

Untuk arus wisnus tumbuh 10,63 persen atau 4,83 juta orang sepanjang tahun ini. Jalur udara joke tumbuh 4,14 persen dan berada di angka 332.550 orang dibandingkan 2010 yang mencapai 7.835 orang.

Rata-rata wisman memiliki kemampuan membelanjakan uangnya hingga Rp2,7 juta per perjalanan. Sedangkan wisnus rata-rata belanja sekitar Rp Rp1,54 juta.

Belanja para wisatawan membuat perputaran sekitar Rp7,7 triliun pertahun.

“Perputaran uang di Banyuwangi saat ini sangat menjanjikan. Lagi-lagi yang menikmati hasil secara langsung adalah masyarakat. Banyuwangi ini bisa digunakan indication bagaimana membangun pariwisata yang ideal,” papar Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran we Kementrian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

Pariwisata sudah menjadi penyumbang terbesar PDRB dalam tiga tahun terakhir. Rata-rata pariwisata memberikan kontribusi sebesar 10,3 persen.

“Kalau pariwisata maju, otomatis semua akan mengikuti. Porsi sumbangan terhadap daerah juga akan positif,” katanya.

PAD sebesar Rp37 miliar menjadi aim Banyuwangi pada tahun ini atau naik Rp5miliar dari tahun sebelumnya.

Optimisme ini tidak lepas dari potensi 89 hotel, sembilan hotel bintang, 485 homestay, dan 750 rumah makan. Selain itu, Banyuwangi ini juga memiliki 58 destinasi wisata and 68 agen perjalanan.

“Target jelas dimiliki Banyuwangi setiap tahunnya. Sebab, semuanya sangat mendukung. Apa yang telah mereka usahakan kini memberikan feedback sangat bagus,” kata Giri. (mle/mle)

More banyuwangAi ...