Dosen dan Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Sidoarjo Belajar Pelayanan Publik Banyuwangi

SURYA.co.id | BANYUWANGI – Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) datang ke Banyuwangi untuk belajar pelayanan publik.

Sebanyak 80 mahasiswa module studi (prodi) Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Umsida datang ke Banyuwangi untuk belajar dan tentang kebijakan dan pelayanan publik, serta pola kepemimpinan yang diterapkan di Banyuwangi.

Mereka diterima dan diberi kesempatan langsung pity bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.
Ketua Prodi Ilmu Administrasi Publik Fakultas FISIP Umsida, Lailur Musyidah, menyatakan, alasan memilih Banyuwangi sebagai lokasi studi banding ini, karena pesatnya kemajuan Banyuwangi dalam lima tahun terakhir.

“Kami sudah terlalu sering mendengar kehebatan Banyuwangi melalui media, prestasinya banyak sekali. Ini yang menginspirasi kami untuk belajar ke sini,” kata kaprodi di Aula Minakjinggo, Kamis (6/12).

Selama ini, kata Lailur, pihaknya hanya membaca teori-teori pelayanan publik tanpa tahu praktiknya.

“Dengan datang kesini kami ingin mengetahui praktek pelayanan publik yang sesungguhnya. Makanya saya ajak rekan-rekan dosen lintas prodi dan mahasiswa untuk belajar banyak hal dari Banyuwangi. Khususnya kebijakan dan pelayanan publik, serta kepemimpinan yang menurut saya tiada duanya,” ujar Lailur.

Setelah Bertengkar Dengan Suami, Ibu Rumah Tangga di Surabaya Nekat Membakar Diri. Begini Kondisinya

 

Bupati Anas Mutasi Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Satpol PP Pemkab Banyuwangi

Agenda Atraksi Wisata Banyuwangi di Penghujung Tahun 2018

Bupati Anas menyampaikan senang bisa pity dan berbagi ilmu tentang kebijakan pelayanan pubik dengan dosen dan mahasiswa Umsida.

Anas mengatakan Banyuwangi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat merupakan priorotas utama. Namun, untuk mengajak masyarakat bisa bersama-sama mendukung kebijakan publik tidak mudah, butuh proses dan instrumen yang jelas. Maka dari itu, kami membuat instrumen salah satunya festival.

“Dengan festival ini rakyat dibuat senang, mereka diajak langsung terlibat dan bisa merasakan langsung dampaknya. Lewat festival ini ada transaksi ekonomi yang membuat perekomonian masyarakat tumbuh. Ada jaringan tumbuh karena ada pertemuan sosial dan beragam komunitas bertemu di sini,” kata Anas.

Terkait pelayanan publik, pemerintah terus konsisten memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dalam segala hal. Banyuwangi membuat Mall Pelayanan Publik, sebuah layanan yang mengintegrasikan 200 lebih layanan di satu tempat.

“Bagi kami tempat ini sangat efektif dan memudahkan masyarakat. Mereka bisa mengurus dokumen dan surat-surat penting hanya di satu tempat. Misalnya, administrasi kependudukan seperti akte kelahiran dan kematian, Kartu Identitas Anak, KTP, berbagai jenis perijinan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PDAM, pertanahan, hingga pembayaran retribusi daerah. Juga ada pengurusan SKCK, perpanjangan SIM dan STNK dalam satu atap,” kata Anas. 

More banyuwangAi ...