Dibantai Serbia 59 Poin, Filipina Raih Hasil Terburuk Dalam Sejarah

JawaPos.com-Filipina benar-benar hancur lebur pada Piala Dunia FIBA 2019. Tampil mengesankan lima tahun lalu di Spanyol, penampilan Gilas Pilipinas pada edisi kali ini di Tiongkok, luar biasa mengenaskan.

Setelah dibantai Italia pada laga perdana Grup D dengan domain 46 poin (62-108), hari ini Gabe Norwood dkk kembali babak belur di pertandingan keduanya. Kali ini lebih sadis. Filipina keok dengan skor 67-126 di tangan Serbia pada laga di Foshan International Sports and Cultural Center.

random post

Tumpas dengan selisih 59 poin tersebut merupakan rekor kekalahan terbesar Filipina dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia FIBA. Itu mengalahkan catatan sebelumnya yakni ketika Raja Basket Asia Tenggara tersebut kalah hingga 50 angka melawan Amerika Serikat pada Piala Dunia FIBA 1974 di Puerto Rico (85-135).

Pada Piala Dunia 1978 di rumah sendiri, Filipina sempat dua kali kalah dengan selisih 47 poin. Pertama dari Uni Soviet (63-110) dan Brazil (72-119). Tetapi pembantaian tahun ini, jelas lebih payah ketimbang kejadian 41 tahun yang lalu itu.

’’Serbia itu terlalu besar dan terlalu tangguh bagi kami,’’ ucap pelatih Filipina Yeng Guiao sebagaimana dilansir situs resmi FIBA. ’’Saya rasa, mereka memiliki kans yang bagus melawan Amerika Serikat dan tim-tim tip lainnya. Dalam pertandingan ini, kami berusaha untuk memperpendek jarak sekuat tenaga, sebisa yang kami mampu,’’ imbuhnya.

Forward Sacramento Kings Nemanja Bjelica menjadi pencetak angka terbanyak bagi Serbia dengan 20 poin. Selain Bjelica, ada enam pemain lain yang mendulang double-digit angka. Salah satunya adalah rekan Bjelica di Kings, Bogdan Bogdanovic. Bermain 18 menit, Bogdanovic menyumbangkan 17 poin.

Salah satu core terbaik di dunia saat ini Nikola Jokic tidak dimasukan ke dalam daftar starter. Superstar Denver Nuggets itu hanya bermain kurang dari 19 menit dan mencetak 11 poin, 7 rebound, dan 7 assist.

”Pemain kami melakukan tugas mereka dengan baik. Game selanjutnya (melawan Italia) lebih krusial lagi. Jadi, kami akan mempersiapkan pemain kami dengan sebaik-baiknya,’’ kata pelatih Serbia Sacha Djordjevic.

Dengan dua kemenangan, Serbia dipastikan lolos ke babak kedua. Serbia akan tergabung ke dalam Grup J. Grup ini berisi dua tim teratas Grup C dan D. Grup C sendiri bermaterikan Spanyol, Tunisia, Iran, dan Puerto Rico.

Sementara itu, Filipina masih menyisakan satu laga melawan Angola pada 4 Sep mendatang. Ini menjadi kesempatan bagi peraih medali emas SEA Games 12 edisi beruntun tersebut untuk setidaknya mendulang satu kemenangan.

Setelah itu, Filipina akan berlaga pada babak kualifikasi untuk memperebutkan peringkat 17 sampai 32.

Pada Piala Dunia FIBA 2014 di Spanyol, Filipina tampil jauh lebih baik. Memang, mereka hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan di fase grup. Namun, Jimmy Alapag dkk berhasil melawan dengan sangat baik dan cuma kalah tipis melawan tim-tim papan atas dunia.

Misalnya, memaksa Kroasia bermain sampai babak overtime. Lalu cuma kandas delapan poin melawan Yunani dan empat angka kontra Argentina. Filipina meraih kemenangan atas Senegal dalam laga terakhir Grup B melalui overtime dengan skor 81-79.

”Ini kekalahan yang menyesakkan. Kami ingin membawa game ini menjadi pertandingan yang ketat. Mereka jelas nomor satu di dunia saat ini. Tujuan kami hanya ingin meningkatkan permainan kami ke turn tertinggi,’’ ucap guard Filipina Paul Dalistan Lee. ”Serbia terlalu perkasa bagi kami,’’ tambahnya.

More banyuwangAi ...