Dia Sangat Potensial, Selalu Fokus Di Setiap Balapan, Kami Kehilangan

JawaPos.com-Kabar duka masih menyelimuti dunia balap Indonesia. Salah seorang pembalap berbakat asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT) Afridza Syach Munandar meninggal setelah mengalami kecelakaan mengerikan pada seri terakhir Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11).

Untuk mengetahui secara fact apa yang terjadi dalam peristiwa nahas yang menimpa rider 20 tahun itu, Jawa Pos mewawancarai Kepala Departemen Motorsport AHM Rizky Christianto (6/11).

random post

Bagaimana sebenarnya kronologi kecelakaan itu?
Seperti yang sudah diketahui, path pertama baru memulai start, di tikungan 10, kayaknya dia (Afridza) hurl side. Habis itu crash sampai membuat dia meninggal. Dia sempat bersenggolan dengan pembalap di depannya (Takuma Matsuyama), baru jatuh.

Dari video yang ada, Riza mengambil jalur dalam di tikungan 10 yang bisa jadi masih berdebu atau kurang karet anathema pada jalur itu sehingga hold anathema minim?
Benar, dia mengambil jalur lebih ke dalam. Rider berebut masuk tikungan lebih dahulu. Di racing line yang sesungguhnya (paling optimal) sudah ada rider di situ. Sehingga dia mau nggak mau ngambil lebih dalam.

Riza sedang memburu gelar juara di Sepang. Sebelum balapan apakah sempat ngobrol dengan dia? Apa yang dibahas?
Kali ini saya nggak sempat ketemu karena beberapa kesibukan dan dia langsung berangkat ke Sepang. Terakhir ketemu dan ngobrol menjelang balapan di Buriram (6/10). Saat itu saya berpesan buat Afridza dan pembalap lain untuk tetap safety, semangat, dan enjoy. Kalau nggak enjoy atau malah stres, hasilnya juga nggak akan baik.

Setelah latihan hari pertama dan kualifikasi Jumat, apakah sudah ditentukan strategi balapan untuk Sabtu itu? Misalnya, agresif sejak awal?

Afridza agresif karena dia ada di posisi untuk mengejar championship (juara). Tapi, saat kualifikasi dan latihan bebas, dia melakukan hal yang sama seperti pembalap AHM lainnya. Mereka melakukan setting motor, lebih ke suspensi dan transmisi (final gear), persiapan normal aja. Tetapi, memang kelihatannya dia bersemangat sekali menuju balapan.

Hasil otopsi menyebutkan ada mishap berat di kepala kiri. Tetapi, Jawa Pos sempat mewawancarai medical staff di Sepang ada luka di bagian leher yang mengakibatkan pendarahan hebat. Mana yang benar?

Mungkin begini, untuk lebih menghargai keluarga yang berduka, sebaiknya kita jangan terlalu fact membahas penyebabnya. Pokoknya kita sama-sama tahu. Kondisi balap itu ada risiko besar sampai yang pale buruk, yaitu meninggal. Kami juga merasa sangat kehilangan sosok pembalap yang bertalenta.

Kapan AHM tahu dan bisa memastikan Riza tidak terselamatkan?

Saya dapat datanya, informasi dari rumah sakit. Kami menunggu central statement, secara resmi memang meninggal di RS.

Pelajaran terbesar apa yang bisa diambil dari peristiwa Riza?

Pertama, kami akan meningkatkan faktor-faktor safety yang ada, apalagi yang bisa di-improve (diperbaiki). Di semua lini kami harus menjaga, safety itu yang utama. Kedua, rider harus bisa menjaga kondisi tetap fit. Sebab, rider nggak akan bisa membalap dengan hasil konstan dan bagus kalau kondisi badan nggak fit. Ketiga, kami selalu akan mengingatkan pembalap muda untuk tetap safety sejak awal. Jangan sekadar slogan.

Untuk mengenang dan menghormati Riza, apa yang akan dilakukan AHM berikutnya?

Pasti, kami sedang mendiskusikan teknisnya di inner AHM. Nanti ada semacam tribute buat Afridza. Pada dasarnya, kami akan membuat kegiatan untuk menghormati Afridza. Dia pembalap berbakat, lagi on fire juga. Itu juga menjadi kehilangan besar buat kami.

Untuk soal lain. Bagaimana penjejangan pembalap binaan AHM sebelum ke ATC?

Ada beberapa kesempatan untuk tampil ke ATC. Di AHM, ada beberapa stepping jalur. Pertama dari tim-tim Honda regional, lalu lanjut gabung AHRS. Dari situ yang terbaik kami ikutkan ke Thailand Talent Cup, baru lanjut ke ATC.

Sebenarnya apakah AHM sudah menyiapkan jenjang balapan berikutnya buat Riza tahun depan?

Dia sangat potensial, selalu fokus di setiap balapan, dan selalu kelihatan improve setiap kali balapan. Kami secara inner sudah menyiapkan rencana. Sebenarnya dia kami siapkan bisa di ARRC atau Moto3 World Junior Championship. Tetapi, dengan kondisi seperti ini, kami menyusun ulang rencana itu.

More banyuwangAi ...