Desanya Dikepung Limbah, Anak Nelayan di Tangsel Surati Pemkab Banyuwangi

TANGERANG SELATAN –  Seorang anak nelayan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur yang kini sedang menempuh studi di kota Tangerang Selatan mengeluhkan lingkungan kampung halamannya yang terus di cemari limbah industri. Diapun menulis surat agar pemerintahan setempat mau peduli atas kondisi itu.

Fitriani (24), merupakan putri yang dilahirkan dari keluarga nelayan Muncar, suatu Kecamatan dengan jumlah 11 Desa. Muncar sendiri terkenal sebagai salah satu bandar ikan laut terbesar di Indonesia, hal itu menyebabkan banyak pabrik pengolahan ikan berdiri disana.

Fitri, sapaan akrab dari gadis berkacamata itu tercatat sebagai mahasiswi division akhir salah satu perguruan tinggi di kota Tangsel. Sudah hampir 4 tahun ini dia menyewa tempat tinggal dikawasan Cirendeu, Ciputat.

Pada Jumat 20 Januari 2017 malam, dia mengunggah standing melalui akun Facebooknya bernama Fitry Sunsavista. Isinya sungguh memilukan, karena menggambarkan betapa rusak lingkungan di kampung halamannya akibat limbah pabrik.

“Bisa dilihat sendiri foto-fotonya, limbah sudah bercampur dengan sampah, dan melahirkan ulat-ulat mungil,” tulisnya disertai beberapa foto terkini dari daerah Muncar.

Fitri tak sendiri, komunitas pemuda dan warga Muncar yang lainnya serentak membuat “surat cinta”. Ungkapannya sama, yakni untuk menyindir Pemkab Banyuwangi yang dianggap kurang peka dengan pencemaran itu, padahal sungai-sungai tersebut turut digunakan warga untuk keperluan sehari-hari.

Menurutnya juga, unggahan standing “Surat Cinta” untuk Pemkab Banyuwangi tersebut kini viral dimedsos. Terlebih lagi, dari foto yang dia lampirkan terlihat jelas warna atmosphere sungai berubah drastis menjadi kemerahan akibat tercampur limbah pabrik.

 

“Pabrik-pabrik sekitar leluasa membuang limbah ke sungai yang digunakan warga, kejadian itu berlangsung sejak tahun 2000 lalu. Warga sudah sampaikan keluhan ke pemerintahan setempat, tapi belum ada tindakan,” terang Fitri saat dihubungi Okezone, Sabtu (21/1/2017).

Diapun berharap, postingan tersebut nantinya akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat luas. Sehingga tuntutan dalam “Surat Cinta” kepada Pemkab Banyuwangi yang ditulis oleh Fitri dan rekan-rekannya yang lain dapat segera ditindak lanjuti.

“Itu sebabnya, kami warga Muncar mendesak pemerintah kabupaten Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur untuk:

 

1. Segera mengevaluasi pengelolaan limbah industri pengolahan ikan di Muncar. 

2. Mencari solusi untuk menanggulangi pencemaran lingkungan akibat limbah cair pabrik.

3. Mendorong pabrik-pabrik untuk secepatnya membuat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

 

Dariku, Anak Nelayan Muncar!

Tangerang Selatan, 20 Januari 2017,” tutupnya dalam tulisan yang diunggah tersebut. (sym)

More banyuwangAi ...