Desak Aparat Tindak Tegas Basuki dan Naufal

BANYUWANGI – Guyonan ”bom” yang dilontarkan oleh dua anggota DPRD, yakni Basuki Rachmad dan Naufal Badri di Bandara Banyuwangi terus menuai kontroversi. Lintas elemen menyayangkan sikap dua wakil rakyat yang terhormat tersebut.

Keduanya dinilai tidak peka dengan kondisi masyarakat yang masih berduka pasca-rangkaian serangan teroris yang menewaskan belasan orang di Surabaya dan Sidoarjo beberapa hari lalu. Karena itu, lintas elemen mendukung aparat kepolisian maupun Badan Kehormatan (DPRD) untuk menangani kasus tersebut supaya dapat menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat. Bahkan jika perlu, keduanya dikembalikan ke partai politik masing-masing alias diberhentikan sebagai anggota dewan.

Salah satu tanggapan dilontarkan mantan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Eko Sukartono. Dikatakan, sebagai tokoh masyarakat, apalagi keduanya sama-sama merupakan ketua parpol di tingkat Banyuwangi, maka seharusnya bisa peka terhadap kondisi masyarakat yang masih berduka akibat serentetan aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini. ”Masyarakat masih berduka. Ada korban dari sipil maupun aparat. Guyonan dua anggota dewan itu menyakiti hati masyarakat,” ujarnya kemarin (24/5).

Eko menuturkan, aparat harus menindak tegas siapa joke yang meresahkan masyarakat. Apalagi menyampaikan tas yang dibawa seseorang yang berada di bandara berisi bom. ”Saran saya, aparat harus menindak tegas untuk keadilan. Karena pada beberapa kasus yang serupa, aparat bisa bersikap tegas,” kata dia.

Permintaan serupa juga ditujukan kepada BK DPRD Banyuwangi. Eko mendesak BK bersikap tegas. ”Minimal teguran keras. Kalau perlu dikembalikan ke partai masing-masing alias di-PAW (penggantian antar waktu) sebagai anggota DPRD,” serunya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi Wiyono mengatakan, pada dasarnya tidak masalah jika anggota DPRD melontarkan guyonan. Namun, guyon Basuki dan Naufal dilakukan pada tempat yang salah, sehingga menimbulkan masalah. ”Oleh karena itu, Bakesbangpol mendukung upaya aparat keamanan untuk meminta keterangan kepada yang bersangkutan (Basuki dan Naufal). Minimal ini bisa menjadi pelajaran agar di kemudian hari siapa joke tidak melakukan hal yang sama,” kata dia.

Menurut Wiyono, siapa joke bisa terlena saat dalam situasi guyon seperti halnya yang dilakukan Basuki dan Naufal. ”Namun, di bandara ada customary handling procession (SOP) tersendiri yang wajib dipatuhi,” ujarnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Ketua BK DPRD Sugirah mengatakan, pihaknya belum tahu persis terkait apa yang dilakukan Basuki dan Naufal. ”Namun melihat dari pemberitaan berbagai media, dan kalau itu benar-benar dilakukan, sangat disayangkan. Mestinya tidak terjadi hal seperti itu,” kata dia.

Namun saat ditanya tindakan yang akan diambil BK, Sugirah menjawab diplomatis. Menurut dia, BK merupakan lembaga, tidak saya sendiri. Setelah kita konfirmasi dan ketika kita pulang, akan kita rapatkan bersama seluruh anggota BK DPRD Banyuwangi,” ucapnya.

Sugirah menjelaskan, permasalahan tersebut sudah ditangani pihak bandara dan dilaporkan ke kepolisian. Karena itu, pihaknya juga akan menunggu proses hukum yang berjalan.

More banyuwangAi ...