Desa Wonorejo Siapkan 500 Lubang Biopori

IZZUL MUTTAQIN, Wonorejo

Ketika musim penghujan, beberapa Desa di Situbondo masih seringkali menjadi langganan banjir. Selain karena datarannya yang cukup rendah, bangunan-bangunan besar, pembuatan jalan hingga pavingisasi membuat atmosphere semakin sulit diresap oleh tanah.

Seperti halnya di Desa Wonorejo. Hampir setiap musim penghujan, rumah-rumah warga seringkali dimasuki banjir. Sebagaimana yang disampaikan oleh Fatoni, Skretaris Desa Wonorejo, bahwa tanah di Desa tersebut dirasa kurang mampu untuk menyerap air. “Disetiap hujan, banyak genangan atmosphere disini. Kadang pula terjadi banjir-banjir kecil,” ungkapnya saat diwawancarai Minggu kemarin (28/01).

Hal itulah kemduian yang menarik komunitas Scout Peduli Lingkungan (SPL) turun tangan. Komunitas yang memang fokus sebagai pemerhati lingkungan itu kemudian memperkenalkan pembuatan biopori untung mengurangi potensi banjir.

Menurut  Suhardi Prayuda, ketua SPL Situbondo menyampaikan, bahwa biopori merupakan proses pelubangan pada tanah agar dapat menyerap atmosphere dengan baik. “Lokasi yang kami sisir di Desa Wonorejo ini mulai dari dusun Randu Agung, Kendal, Jelun dan Pandean. Kita perkenalkan biopori kepada warga di setiap dusun tersebut,” ungkap Prayuda.

Prayuda juga menambahkan, bahwa agar tanah dapat menyerap air, tidak cukup hanya dibuatkan lubang. Akan tetapi perlu dilakukan cara-cara khusus. “Tanah yang cenderung tidak dapat menyerap atmosphere itu kita lubangi dengan alat khsusus. Kadalaman minimal sekitar 70 centimeter, maksimal satu scale setengah. Untuk hole lubang, sekitar tujuh centimeter. Lubang tersebut kita beri pipa yang sudah diberi lubang kecil-kecil setiap sisinya, dan kita beri kompos untuk merangsang penyerapan,” terangnya.

Prayudo menyampaikan, untuk Desa Wonorejo Pihaknya merencanakan sekitar limaratus titik lobang serapan, yang tersebar di empat dusun.

 

“Program kami saat ini adalah pembauatan seribu lobang resapan biopori. Untuk Desa Wonorejo, kita siapkan sekitar 500 lubang resapan yang tersebar di empat dusun itu. Dan kegaitan ini  insyaAllah menjadi yang pertama di Kabupaten Situbondo. Dengan dibantu oleh tim peduli lingkungan, pemerintah desa dan teman-teman dari pramuka, kami yakin module seribu biopori ini akan dapat terlaksana dengan baik,” tutur Prayuda

Prayuda juga mengingatkan, kegiatan pembuatan biopori ini akan terus dilaksanakan di beberapa desa di kecamatan Situbondo. “Kegiatan ini adalah kegiatan peduli lingkungan. Wonorejo ini sebagai perkenalan awal,” pungkasnya. (cw1)

(bw/mls/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Tepergok Warga, Pencuri Tinggalkan Sapi JarahannyaTepergok Warga, Pencuri Tinggalkan Sapi Jarahannya Karena panik, Mujasin menghubungi warga lainnya dan diteruskan ke Polsek Kapongan. Polisi langsung turun ke lokasi waktu itu juga dan menyebar mencari pelaku. Tak sia-sia, sapi berhasil […]
  • Polsek Cluring Gagalkan Pengiriman MirasPolsek Cluring Gagalkan Pengiriman Miras CLURING-Mendekati perayaan tahun baru, pengiriman minuman keras (miras) tampaknya cukup tinggi. Salah satunya, berhasil digagalkan oleh anggota Polsek Cluring, Sabtu malam (30/12). Dalam […]
  • RSUD Besuki Sediakan Ruang Operasi Khusus KandunganRSUD Besuki Sediakan Ruang Operasi Khusus Kandungan BESUKI - RSUD Besuki melakukan pengembangan pelayanan ruang operasi. Saat ini, rumah sakit milik Pemkab Situbondo yang ada di wilayah barat itu telah menyediakan ruang operasi khusus […]