Desa Patoman Banyuwangi membangun diri jadi desa kebangsaan

Merdeka.com, Banyuwangi – Desa Patoman di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur membangun diri menjadi desa kebangsaan. Deklarasinya digelar di Balai Gong, Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Selasa (17/4).

Desa Patoman memiliki 4 dusun. Masyarakat umat Hindu etnis Bali secara alami terkumpul di Dusun Patoman Tengah. Dusun-dusun lain berpenduduk muslim dari etnis Jawa, Osing dan Madura.

Potensi keragaman dan kerukunan itu yang menjadi pertimbangan Patoman dibangun menjadi Desa Kebangsaan. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, saat hari raya agama, masyarakat saling menjaga meski beda agama dan suku.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Banyuwangi Miskawi mengatakan, pihaknya dalam posisi masyarakat yang bersinergi dengan pemerintah desa. Bersama-sama, mereka mengukuhkan ruh dan identitas kebhinekaan.

“Butuh satu identitas untuk memperkuat kerukunan yang sudah ada ini,” katanya kepada Merdeka Banyuwangi.

Dia menekankan, agar keragaman dan kerukunan terus awet, harus menghapus titel ekslusif pada semua kelompok di desa. Perbedaan kelompok mayoritas dan minoritas tidak diutamakan.

Beberapa desa lain juga sedang dipersiapkan untuk membentuk Desa Kebangsaan. Seperti Desa Sneporejo di Kecamatan Siliragung, Desa Bangorejo di Kecamatan Bangorejo, Kelurahan Karangrejo di Kecamatan Banyuwangi, dan Desa Yosomulyo di Kecamatan Gambiran.

 

“Mereka bebas berkreasi dengan kegiatan masing-masing desa, asalkan mengutamakan keberagaman dan kerukunan,” kata Miskawi.

FPK Banyuwangi membangun kerukunan dengan pendekatan kesukuan yang berbeda-beda. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang sudah lama terbangun menjaga kerukunan dari sisi keagamaan. Kabupaten Banyuwangi berhasil meraih Harmony Award dari Kementerian Agama RI tahun 2017, karena dianggap berhasil menjaga kerukunan dalam keberagaman etnis, budaya dan agama.

More banyuwangAi ...