Demo di Kampus, Mahasiswa di Banyuwangi Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi




Banyuwangi – Puluhan mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Banyuwangi dan polisi terlibat adu dorong, di depan kampus, Senin (29/2/2016). Insiden itu terjadi saat mereka gelar demo protes tentang masalah konflik inner kampusnya.

Aksi dorong bermula saat mahasiswa dihadang saat akan masuk ke area kampus. Padahal sebelumnya, sejumlah preman yang berseragam kaos hitam, dibiarkan leluasa mondar-mondir bahkan mengusir mahasiswa yang berorasi di depan kampus.

Mahasiswa merasa ada perlakuan tidak adil, emosi mahasiswa joke tak terbendung dan kericuhan tak bisa terhindarkan.

“Kita yakin negara Indonesia taat dengan hukum, tapi kenapa hukum di Banyuwangi justru kalah dengan preman,” teriak Ryan Kurniawan, sambil memegang megaphone, Senin (29/2/2016).

Aksi mahasiswa Untag Banyuwangi ini dipicu konflik dualisme kepengurusan Perpenas, selaku lembaga yang menaungi kampus. Kubu Warijan yang telah habis masa bhakti menolak melepas jabatan. Sugihartoyo, yang sudah mengantongi SK Kemenkumham, dilarang menduduki jabatan dan memasuki kampus.

Kondisi tersebut diperparah adanya pengerahan puluhan pria tak dikenal yang diduga preman kubu Warijan cs. Seperti layaknya pemilik kampus, dengan cara arogan bahkan didepan petugas Polisi mereka seenaknya mengusir mahasiswa. Hingga pukul 13.30 WIB, demo masih berlangsung. Pihak rektorat maupun Perpenas kubu Waridjan masih belum menemui mahasiswa.

 


(fat/fat)

More banyuwangAi ...