Dapat Buku Menggandrungi Banyuwangi

        Peserta sendiri merasa tertantang untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dalam membawakan penampilan communication reading dalam ajang ini.

        Guru Bahasa Indonesia SMA 1 Giri Rulita menuturkan, secara prinsip anak asuhnya sudah siap mengikuti ajang ini.  Dengan reward buku Antologi Puisi Menggandrungi Banyuwangi yang menjadi menu wajib dalam lomba baca puisi kali ini. Dia yakin anak didiknya bisa menampilkan yang terbaik.

        Hal senada juga datang dari peserta kategori SMP, Risma. Siswi SMPN 1 Glagah ini siap untuk tampil di ajang Liga Puisi. ”Kami siap untuk tampil,” tegasnya.

Nadira Andalibtha, 15, peserta dari SMPN 1 Genteng mengaku gemas dengan bentuk dan desain buku. Menurutnya, jika bisa mengganti dia akan mencoba mengganti warna lain. ”Kalau bisa mengganti saya ganti warna abu-abu dan pink,” jelasnya.

       Sementara itu, sejumlah siswi SMAN yang hadir bruise itu juga membawa buku kumpulan puisi lalu. Ajeng Zulsifa, 17 dan temannya Nuriska Wulandari, 16 dua siswi kelas XI SMAN GIRI ini mengaku akan membuat resume dari buku yang saat ini sudah ada di tangannya. ”Kita mau me-resume buku ini,” ucap Nuriska.

        Liga Puisi akan melibatkan tiga juri yang telah ditunjuk oleh penyelenggara. Ketiga juri tersebut berasal dari sastrawan yang dimiliki Dewan Kesenian Blambangan (DKB). Mereka adalah Iqbal Baraas, Bambang Lukito. Dan satu juri perwakilan Jawa Pos Radar Banyuwangi yang sekaligus Ketua Liga Puisi Desy Ariyani. Dalam penilaiannya nanti, juri akan berpedoman pada enam poin utama.

        Enam kategori itu meliputi penghayatan, penampilan, intonasi, pelafalan, vokal, dan mimik.  Penghayatan misalnya peserta akan dinilai oleh juri dalam penyampaian isi dari puisi secara ekspresif. Penampilan, karena lomba disaksikan secara langsung maka peserta yang berpenampilan menarik akan menjadi nilai tambah sendiri bagi juri.

 

        Selanjutnya untuk pelafalan, juri akan memberikan penilaian terhadap pembedaan vokal dan konsonan yang dipertegas saat menyodorkan karakteristik puisi. Vokal yakni terkait pengaturan tinggi rendah nada. Terakhir mimik, peserta akan dinilai penyajian ekspresi muka atau wajah yang mendukung.

        Satu lagi indikator penilaiannya terkait masuknya penilaian terhadap properti yang digunakan peserta nanti. Dijelaskan Desy, properti yang digunakan joke tidak terbatas pada benda. Peserta juga bisa menggunakan properti pendukung seperti musik instrumental hingga pengiring musik akustik di atas pentas. ”Silakan gunakan properti yang sesuai dengan puisi yang dibawakan dan tidak merepotkan peserta,” imbuhnya.  (nic/sli/aif/c1)

        

(bw/nic/aif/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Pendaftaran Liga Puisi Ditutup 1 April 2018Pendaftaran Liga Puisi Ditutup 1 April 2018 Penyelenggara memberikan tenggat waktu hingga 1 April mendatang. Untuk itu, calon peserta hendaknya segera mendaftarkan diri. Pendaftaran bisa dilakukan di Kantor Jawa Pos Radar […]
  • Sastrawan DKB Jadi Juri Liga PuisiSastrawan DKB Jadi Juri Liga Puisi JawaPos.com – Liga Puisi 2018 untuk Lomba Baca Puisi bakal memainkan tiga kategori yakni SMP sederajat, kategori SMA sederajat, dan kategori guru. Ketiga kategori seluruhnya akan […]
  • Hasan Aspahani Berbagi Kiat Menulis PuisiHasan Aspahani Berbagi Kiat Menulis Puisi JawaPos.com – Rangkaian kegiatan “Kemah Sastra Nasional” berlanjut di Rumah Budaya Oseng, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, siang hingga sore kemarin (28/4). Sastrawan nasional, Hasan […]