Chen Yufei Berpotensi Kembali Juara di Australia

JawaPos.com – Tahun 2019 tampaknya merupakan tahun keberuntungan buat pebulu tangkis putri Tiongkok Chen Yufei. Usai memenangi gelar All England perdananya bulan Maret lalu, Yufei kembali membuat namanya semakin berkibar setelah ikut andil mengantar Tiongkok menjadi juara Piala Sudirman 2019 akhir pekan lalu.

Menyongsong turnamen Australia Terbuka 2019 yang akan segera dihelat pada 4-9 Juni, Yufei tentu punya peluang besar menjadi juara. Berstatus sebagai unggulan 2 turnamen dan menengok ke hasil drawing yang ada, Yufei sepertinya tidak akan menemui kesulitan berarti untuk melaju hingga babak final.

random post

Yufei kebagian menghadapi Saena Kawakami (Jepang) di babak pertama. Jika menang, di babak kedua ia bisa bersua dengan wakil Indonesia Fitriani yang harus menundukkan wakil Tiongkok lainnya, Zhang Yiman di babak pertama. Meski secara statistik Yufei lebih diunggulkan, Fitri yang punya pengalaman menundukkan Yufei tentunya masih memiliki kans untuk menghentikan lajunya.

Dengan skenario Yufei bisa mengatasi Fitri dan melaju ke babak perempat final, Yufei berpeluang berjumpa dengan wakil Indonesia lainnya. Baik Gregoria Mariska Tunjung maupun Ruselli Hartawan bisa menjadi penantang Yufei jika salah satu dari mereka bisa mulus di dua babak awal.

Yufei mungkin baru akan menemui tantangan yang sesungguhnya di babak semifinal. Di atas kertas, kemungkinan besar ia akan bersua dengan pemain unggulan 3 asal India Pusarla Venkata Sindhu.

Andai ia bisa mengatasi Sindhu, maka Yufei tinggal selangkah lagi dalam meraih gelar juara BWF World Tour keempatnya sepanjang karir. Dua calon lawan terkuatnya di final adalah pemain andalan Jepang Nozomi Okuhara dan ratu bulu tangkis Thailand Ratchanok Intanon.

Sepanjang karirnya, Yufei yang tahun ini genap berusia 21 tahun sudah enam kali berlaga di partai final turnamen BWF World Tour. Tiga partai final awal berakhir dengan medali perak di lehernya, hingga akhirnya di pecah telur di Fuzhou Terbuka 2018 lalu.

Keberhasilannya kemudian diikuti gelar prestisius All England 2019 setelah ia menumbangkan pebulu tangkis wanita nomor wahid Tai Tzu Ying.

Tak beberapa lama kemudian, Yufei kembali naik ke lectern tertinggi. Kali ini ia menjuarai turnamen turn super 300 Swiss Terbuka 2019. Gelar tersebut ia raih usai mengalahkan wakil Jepang Saena Kawakami.

Bersinarnya Yufei tentunya menjadi angin segar buat Tiongkok. Yufei seolah menjadi sosok juru selamat sektor tunggal putri yang sudah lebih dari dua tahun kehilangan role model setelah Wang Yihan memutuskan pensiun pada 2016, berikut cederanya Li Xuerui di tahun yang sama.

Dengan permainan dan mental yang sudah semakin matang ditambah usia yang masih terhitung belia, Yufei tentunya menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi juara Olimpiade Tokyo 2020 tahun depan. Sudah saatnya dunia lebih memperhitungkan Yufei sebagai calon ratu bulu tangkis berikutnya.

More banyuwangAi ...