Cegah Politik Uang, Panwaslu Gandeng Baznas

Tidak hanya itu, Panwaslu juga berencana untuk  menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi untuk mencegah praktik income gracious pada Pilkada Jatim 2018. Langkah menggandeng Baznas tersebut diharapkan efektif mencegah politik uang yang dilakukan pasangan calon untuk melakukan politik yang mengatasnamakan zakat, infak, dan sedekah.

Langkah ini dilakukan Panwaslu karena masa kampanye Pilgub yang dimulai hari ini (15/2) akan berlangsung lama hingga Ramadan dan Idul Fitri, tepatnya hingga 23 Juni mendatang.

Ketua Panwaslu Hasyim Wahid mengatakan, pihaknya akan menggandeng Baznas. Sebab, masa kampanye dan masa tenang sebelum pencoblosan dapat dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab untuk melakukan politik uang. ”Misalnya dengan memberikan sesuatu baik berupa uang, barang, atau apapun dengan mengarahkan kepada salah satu calon,” ujarnya.

Hasyim menjelaskan, pihaknya menggandeng Baznas untuk ikut mengawasi penyaluran barang dan uang ke masyarakat saat pelaksanaan kegiatan zakat di bulan Ramadan nanti. ”Siapa joke boleh zakat. Pasangan calon joke boleh. Tapi, kami tidak bisa memberikan toleransi ketika penyaluran zakat ada ajakan memilih pasangan calon. Pasti kami bertindak,” kata dia.

Deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA tersebut diikuti lintas elemen. Tim pemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, pengurus partai, aktivis organisasi masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan, hingga pihak TNI, Polri, dan Kejaksaan ikut melakukan deklarasi.

Hasyim menuturkan, deklarasi tersebut sangat penting dilakukan untuk mengajak semua elemen bersama-sama membangun kesadaran dan komitmen melawan politik uang dan politisasi SARA. ”Politik uang dan politisasi SARA adalah tindakan yang meracuni demokrasi,” serunya.

Menurut Hasyim, deklarasi dilakukan untuk mewujudkan Pilgub Jatim yang berintegitas, sehingga bisa menghasilkan kepala daerah yang sesuai dengan harapan masyarakat. Sebab, pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mendapatkan lebih dari 600 temuan politik uang dan isu SARA. ”Deklarasi ini bertujuan mengajak semua elemen masyarakat bisa sama-sama menolak dan melawan adanya politik uang dan politisasi SARA,” kata dia. (sgt/afi/c1)

 

(bw/sgt/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Mayoritas Warga NU, PKB, dan Loyalis Jokowi Pilih Khofifah-EmilMayoritas Warga NU, PKB, dan Loyalis Jokowi Pilih Khofifah-Emil Peneliti Associate Poltracking Arya Budi menjelaskan, sosok Kho­fifah sudah begitu mengakar di benak war­ga sebagai tokoh wanita NU. Selain itu, Khofifah adalah satu-satunya figur wanita […]
  • Calon Pemilih Pilgub DicoklitCalon Pemilih Pilgub Dicoklit Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin mengungkapkan, coklit akan dilakukan oleh 2.830 orang Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP). Selain personel PPDP, lima komisioner KPU juga bakal […]
  • Pengawas Pemilihan Lapangan Sepi PeminatPengawas Pemilihan Lapangan Sepi Peminat BANYUWANGI – Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) di sejumlah Kecamatan di Banyuwangi sepi peminat. Hingga pendaftaran ditutup tanggal 28 Desember lalu. Kuota pendaftar di masing-masing […]