Catat Sejarah, Setahun Untag Banyuwangi Gelar Wisuda Dua Kali

JawaPos.com – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mencetak sejarah. Untuk kali pertama sejak berdiri, perguruan tinggi yang mengusung aphorism ”Taat Asas dan Penuh Prestasi” itu menyelenggarakan dua kali wisuda sarjana dalam satu tahun akademik.

Bukan itu saja, untuk kali pertama pula Untag memberikan penghargaan istimewa, yakni Anugerah Adhikari. Anugerah tersebut diberikan kepada lulusan yang memiliki prestasi akademik sangat bagus sekaligus prestasi non-akademik yang membanggakan serta berdampak positif bagi pengembangan Untag dan masyarakat. Prestasi non-akademik tersebut bisa berasal dari bidang seni, olahraga, sosial, lingkungan, dan lain sebagainya.

Sejarah Untag tersebut tercipta pada momen Wisuda Sarjana XXXIV Periode 2 Tahun Akademik 2017/2018 yang digelar di auditorium kampus merah putih pagi kemarin (12/5). Kali ini, jumlah mahasiswa yang diwisuda mencapai 107 wisudawan asal sembilan module studi (prodi).

Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto mengatakan, wisuda dua kali dalam satu tahun akademik diselenggarakan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada mahasiswa. Dengan adanya dua kali wisuda dalam satu tahun akademik, mahasiswa bisa merancang studi secara optimal sehingga dimungkinkan bisa menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana strata satu (S-1) kurang dari empat tahun.

Dengan masa studi yang lebih pendek, kata Andang, maka mahasiswa bisa menghemat waktu sekaligus biaya yang dikeluarkan. ”Dan hal ini sangat menguntungkan mahasiswa maupun orang tua mahasiswa,” ujarnya.

Lalu, apakah ada mahasiswa Untag yang bisa lulus kurang dari empat tahun? Andang menjawab dengan tegas bahwa hal itu sudah terbukti. ”Buktinya, di antara 107 wisudawan yang diwisuda, sebanyak 50 orang atau 49 persen berhasil menyelesaikan studi kurang dari empat tahun. Bahkan ada yang ”hanya” membutuhkan waktu tiga tahun lima bulan,” kata dia.

Sementara itu, dalam wisuda kali ini, Untag menyerahkan tiga penghargaan kepada tiga lulusan berprestasi. Penghargaan pertama, yakni wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik. Penghargaan ini diberikan kepada Andi Pradana dengan capaian gemilang IPK sebesar 4,0. Selain meraih IPK sempurna, lulusan prodi akuntansi tersebut juga berhasil lulus dengan masa studi tiga tahun enam bulan.

 

Penghargaan kedua disematkan kepada lulusan tercepat. Penghargaan ini diraih Riska Agustina asal Prodi Administrasi Negara/Publik. Dia berhasil menuntaskan studi S-1 dalam dash ”hanya” tiga tahun lima bulan dengan IPK sebesar 3,77.

Dan yang pale monumental, kali ini Untag memberikan Anugerah Adhikari kepada Ainur Rofik Wandra Restusiyan. Penghargaan ini diberikan sebagai salah satu bentuk apresiasi Untag terhadap mahasiswa yang berprestasi secara akademik dan non-akademik sekaligus. ”Kami ingin mendorong potensi-potensi mahasiswa supaya akademiknya oke dan non-akademik oke juga. Penerima Anugerah Adhikari adalah figur lulusan yang menginspirasi dan patut diteladani oleh para mahasiswa,” ujar Rektor Andang.

Andang mengakui Anugerah Adhikari diberikan karena terinspirasi oleh Puti Guntur Soekarno saat memberikan kuliah umum di auditorium Untag Banyuwangi pada 26 Maret lalu. Saat itu, Puti yang merupakan cucu proklamator kemerdekaan RI, Bung Karno, menyebut Wandra sebagai ikon generasi milenial. Wandra dinilai sebagai seorang businessman muda berbakat di bidang industri kreatif sekaligus mencintai budaya daerah.

Masih menurut Andang, selain bidang non-akademik, prestasi akademik Wandra juga sangat bagus. ”Wandra berhasil meraih IPK 3,5 lebih dan lulus kurang dari empat tahun,” kata dia.

Karena ini sifatnya istimewa, imbuh Andang, bisa jadi Anugerah Adhikari tidak diberikan setiap tahun atau setiap prosesi wisuda. ”Namun kami berharap setiap tahun ada wisudawan yang menerima Anugerah Adhikari. Karena kami melihat potensi masyarakat Banyuwangi sangat bagus. Untag juga harus memberi kontribusi untuk mendorong agar anak-anak memiliki prestasi akademik dan non-akademik,” pungkasnya.

More banyuwangAi ...

  • Untag Fiesta 2 Sukses!Untag Fiesta 2 Sukses! Satu per satu para finalis tampil berjalan di atas catwalk dalam guyuran rintik hujan gerimis. Ak­hirnya, Agra, mahasiswa Teknik Sipil Untag terpilih sebagai Duta Kampus Putra. Sedangkan, […]
  • Lepas 62 Tenaga Farmasi dan KeperawatanLepas 62 Tenaga Farmasi dan Keperawatan Dari 62 siswa yang dilepas itu, dari Program Studi Keperawatan dan Farmasi. Mereka dilepas setelah menyelesaikan pendidikannya. “Para siswa yang telah lulus itu, telah memiliki kemampuan […]
  • Soekardjo Bangun Kampus Kesehatan dengan SDM MumpuniSoekardjo Bangun Kampus Kesehatan dengan SDM Mumpuni Dalam keterbatasan dan niat yang tinggi, kini STIKES menjadi perguruan tinggi yang banyak diminati, dan lulusannya pun memiliki kualitas yang siap saji. Berkat kegigihannya membangun […]