Catat 6 Alur dan Syarat yang Tepat Sebelum Donor Darah

JawaPos.com – Banyak masyarakat masih belum memahami seputar persyaratan mendonor darah. Karena kurang terdukasi, akibatnya masyarakat joke jadi ragu untuk mendonorkan darahnya.

Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara dr. Ulfah Suryani, MARS. M.Biomed menjelaskan berbagai tahapan dan syarat untuk melakukan donor darah. Paling utama adalah harus sehat dengan kadar Hemoglobin (Hb) yang cukup.

random post

“Batas Hb yang memenuhi syarat adalah 12,5 sampai 17. Usia tak terhingga dimulai dari 17 tahun. Sehat jasmani dan rohani. Bahkan difabel dan sedang datang bulan saja boleh donor darah, asalkan Hb-nya memenuhi syarat,” tegasnya kepada JawaPos.com, Jumat (14/6).

Menurut dr. Ulfah, alur pendonor jika ingin mendonorkan darahnya sangat mudah. Cukup dengan mendatangi UTD donor darah terdekat atau di berbagai acara donor darah yang banyak dilakukan instansi dan pusat perbelanjaan.

1. Isi Formulir dan Wawancara

Pertama harus mengisi formulir. Jangan sampai petugas mengambil darah seseorang tanpa izin. Dan sebaiknya dilakukan dengan keikhlasan. Kemudian ada tahapan wawancara dengan dokter untuk memeriksa kesehatan dasar. Dokter akan bertanya, riwayat penyakit apa yang diderita dan daftar obat-obatan apa yang sedang diminum.

“Jika minum obat pengencer darah atau antibiotik tidak direkomendasikan,” tegasnya.

2. Periksa Kesehatan

Dokter akan mengecek Hemoglobin (Hb) sebagai syarat utama donor darah. Kemudian pemeriksaan lain dimulai dari berat badan minimal adalah 45 kilogram. Suhu tubuh normal, nadi baik, dan tensi normal.

3. Tidur Cukup dan Sehat Mental

Tidur cukup sebelum melakukan donor darah. (Bustle)

Pastikan sebelum melakukan donor darah tidur cukup di malam hari. Dokter juga menganjurkan agar seseorang siap mendonor, tidak stres atau takut jarum. Sebab hal itu bisa mempengaruhi psikologis pendonor lainnya.

4. Hindari Makan, Perbanyak Minum

Sebelum donor darah sebaiknya hindari makan 1-3 jam. Sebab jika makan berat sebelum donor darah dalam jeda waktu yang singkat bisa menyebabkan darah bersifat lipemik. Artinya, plasma darah akan mengandung lemak yang justru tak bisa terpakai.

“Paling baik adalah cairan, banyak minum. Jus bagus. Kalau makan berat seperti karbo atau santan itu harus tunggu 3 jam dulu baru boleh donor,” jelasnya.

5. Proses Pengambilan Darah 12 Menit

Biasanya petugas mengambil darah dalam jangka waktu 12-15 menit. Paling ideal adalah 12 menit untuk menyadap darah. Rata-rata, jika seseorang memiliki berat badan di atas 55 kilogram, maka darah yang diambil adalah 450 ml. Kemudian jika di bawah 55 kilogram, maka darah yang diambil adalah 350 ml.

6. Tunggu Pemberitahuan Hasil Screening

Menurut dr. Ulfah, PMI hanya melakukan screening terhadap darah yang didonor bukan diagnosa. Sehingga pendonor tak perlu khawatir jika PMI mengumumkan hasil darah yang ter-screening. Jika terduga ada kecenderungan tertular penyakit seperti Hepatitis B, C, HIV, dan sipilis, maka pendonor akan direkomendasikan PMI untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

“Kami biasanya mengumumkan lewat telepon cinta. Dan hasil darah yang terscreening itu bukanlah diagnoasa, kebetulan saja ter-screening. Jadi pendonor tak perlu khawatir, itu bukan vonis,” tegas dr. Ulfah.

More banyuwangAi ...