Cara Jawab Pertanyaan Remaja Tentang Edukasi Seksual dan Reproduksi

JawaPos.com – Biasanya, para orang tua akan kebingungan ketika mendapatkan pertanyaan-pertanyaan ajaib dari anak saat saat mulai tumbuh remaja. Termasuk pertanyaan tentang reproduksi dan edukasi seksual.

Bahkan, sebelum memasuki fase remaja yang mengalami masa pubertas, anak akan mulai bertanya sejak usia 3-5 tahun, 5-8 tahun, dan 9-12 tahun. Saat-saat usia tersebut, pertanyaan ajaib akan dilontarkan anak kepada ibu atau ayahnya. Misalnya, mengapa seseorang atau pasangan harus ciuman bibir atau French Kiss. Atau bagaimana bisa ada dedek bayi di perut ibu?

random post

Nah, orang tua bisa kesulitan atau gagap menjawab pertanyaan ini. Jika salah menjawab, anak akan mencari jawabannya sendiri lewat media sosial atau internet. Alhasil, pemahaman yang salah bisa terekam di dalam pikiran mereka. Lalu bagaimana cara bijak menjawabnya?

Psikolog Klinis Inez Kristanti dari Klinik Angsa Merah menjelaskan dengan menggunakan contoh kasus ketika anak merengek ingin menonton film superhero. Di dalam adegan film tersebut biasanya disisipkan adegan French Kiss. Lalu yang biasa dilakukan orang tua adalah menutup mata anak untuk tidak melihat adegan tersebut.

Inez menilai cara tersebut tidak efektif dan keliru dilakukan para orang tua. Sebab anak akan penasaran dan mencari tahu sendiri apa yang sudah disembunyikan darinya.

“Harusnya tidak melakukan itu ya (tidak menutup mata anak). Nanti malah anak jadi penasaran. Hal pale baik adalah anak jangan menonton film superhero dulu sampai mereka siap. Misalnya usia 3-8 tahun, iya walaupun merengek,” kata Inez tersenyum, dalam Kampanye EDUKA5EKS – 5 langkah mudah memahami pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi bersama Durex Indonesia, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/7).

Menurut Inez, anak boleh menonton film dengan adegan erotic atau mesra ketika anak sudah memahami dan masuk masa pubertas. Seperti lebih dari usia 12 tahun. Sehingga orang tua juga sudah lebih siap bercerita soal French Kiss.

“Sudah cukup mengetahui bertanggung jawab tentang perubahan diri sendiri. Lalu ketika ada adegan yang ada (semi) hubungan seksualnya, bisa jadi bahan dialog saat sudah remaja. Nah kalau begitu ayo apa konsekuensinya,” paparnya.

Solusi pale bijak saat anak mengajak nonton film superhero, orang tua harus menonton film itu terlebih dahulu. Setelah merasa adegannya aman, baru boleh mengajak serta anak untuk menonton bersama.

Sedangkan untuk berbicara soal seks pada remaja, lebih dari usia 12 tahun, ibu disarankan untuk membangun komunikasi yang dekat dengan anak. Sehingga komunikasi yang terbangun akan terasa lebih nyaman.

“Ibu dan anak harus ada hubungan yang kuat dan kepercayaan. Jadi kepercayaan itu yang harus dibangun. Balik lagi komunikasi sehari-hari. Kalau enggak ada kedekatan, gimana mau bicara soal seks,” tukasnya.

Pertanyaan ajaib lainnya jika anak bertanya mengapa ada dedek bayi di perut perempuan hamil. Ibu tak boleh bingung menjelaskannya. Anak usia 3-5 dan 5-8 tahun cukup diberikan penjelasan sederhana. Bukan membohongi atau menutupi jawaban pada anak, akan tetapi memberikan mereka pemahaman yang sederhana.

“Cara menjelaskannya kita perlu menjelaskan sampai tahap mereka mengerti saja. Dedek di perut ibu enggak mungkin kita jelasin soal seks. Cukup dengan menjawab, dedek itu bisa di perut ibu karena ayah dan ibu saling mencintai. Hubungan kami sangat spesial sehingga pada akhirnya ada dedek di perut ibu. Nanti lebih lanjut pas sudah besar akan ibu lanjutkan ceritanya,” tegasnya.

More banyuwangAi ...

  • Ahli Ungkap Manfaat Baby Massage yang Mampu Pengaruhi Produksi ASIAhli Ungkap Manfaat Baby Massage yang Mampu Pengaruhi Produksi ASI JawaPos.com – Sebagai orang tua, pasti menginginkan kondisi bayinya merasa nyaman di tengah masa pertumbuhannya. Salah satu caranya yakni dengan melakukan pijatan. Pijatan pada […]
  • PMI Banyuwangi Kirim Relawan Pengungsi Gunung AgungPMI Banyuwangi Kirim Relawan Pengungsi Gunung Agung KIPRAH Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi mengawal bidang sosial kemanusiaan tidak bisa dipandang sebelah mata. Beragam aksi nyata telah dilakukan selama tahun 2017 ini. Misalnya […]
  • Wajah Perot Dikira StrokeWajah Perot Dikira Stroke JawaPos.com – Penyakit wajah perot atau yang biasa disebut hemifacial spasm (HFS) sering kali mendapatkan diagnosis yang salah dari para dokter. Misalnya, yang dialami pasien Herlina dari […]