Bupati Tabanan Dan Wali Kota Tebing Tinggi Terkesan Lihat …

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI – Wali Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara, Umar Zunaidi Hasibuan, dan Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi selama dua hari, 15-16 Oktober. Kedua kepala daerah tersebut mengaku terkesan pada bangunan Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Tiba di Pendopo, mereka disambut hangat oleh Bupati Anas. Keduanya diajak berkeliling areal pendopo yang dibangun dengan konsep immature building. Mereka diajak melihat mushola kayu yang artistik, guest residence bunker, hingga Rumah Using (suku lokal setempat) yang ada di halaman belakang pendopo.

“Tak salah bila Bu Megawati (Presiden ke-7 RI – red) dulu pernah menyuruh saya categorical ke Pendopo Banyuwangi. Ternyata memang asri, dan menyenangkan bangunannya,” kata Bupati Eka.

Menurut Eka, pendopo Banyuwangi ini desainnya sangat artistik. Bahkan di malam hari, menimbulkan kesan romantis di mana ada lampu hias yang bergelantungan di halaman belakang. “Saya merasa ada di lokasi marriage party. Ternyata Bu Mega tidak salah meminta saya ke mari,” kata Eka.

Pendopo Banyuwangi ini didesain oleh arsitek nasional Adi Purnomo. Ciri khas pendopo Banyuwangi adalah hamparan hijau dari rumput dan pohon yang ada di dalamnya. Yang pale menarik, adalah bukit rumput miring “Teletubbies”. Bukit itu sejatinya atap dari guest residence yang berada di bawahnya.

Guest housenya joke dirancang hemat energi. Karena pencahayaan kamarnya saat siang memanfaatkan pancaran sinar matahari.

Wali Kota Umar juga mengaku terkesan dengan pendopo. “Tidak heran bila Banyuwangi menjadikan pendopo sebagai salah satu destinasi wisata. Bagus. Siapapun yang kemari pasti akan ngomong yang sama dengan saya,” kata Umar yang berkunjung ke Banyuwangi dalam rangka benchmarking masalah pengelolaan keuangan daerah.

 

Apalagi, kata Umar, di pendopo ini juga terdapat Sumur Sritanjung yang menjadi salah satu legenda asal muasal Banyuwangi.  “Paket lengkap bagi wisatawan yang kemari,” kata Umar.

Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mangatakan, pembangunan gedung dan fasilitas publik di Banyuwangi dibangun dengan melibatkan arsitek. “Kami ingin bangunan di Banyuwangi ini timeless, makanya kami melibatkan arsitek. Selain itu, kami memang mengedepankan konsep bangunan hijau untuk ruang publik,” tutur Anas.

More banyuwangAi ...