Bupati Banyuwangi Pertimbangkan ITdBI Masuk Kategori 2.1.

Banyuwangi – Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) mendapat predikat value selama dua tahun terakhir berturut-turut dari federasi balap sepeda dunia (Union Cycliste Internationale/UCI). Hal tersebut, menjadikan ITdBI masuk dalam tujuh kejuaraan balap sepeda terbaik di Asia, dan juga menjadi yang terbaik di Indonesia.

Advisor UCI, Jamaludin Mahmood mengatakan, predikat tersebut merupakan penilaian UCI terhadap ITdBI pada tahun 2014 dan 2015 lalu.

“Predikat Excellent turn sendiri merupakan poin tinggi di kejuaraan balap sepeda internasional. Peringkat ini nilainya di atas 90 poin,” ujar Jamal di sela-sela memantau persiapan ITdBI 2016.

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) sendiri merupakan ajang balap sepeda yang sudah masuk bulletin rutin (calendar of event) UCI. Balap sepeda kategori 2.2 ini diselenggarakan tiap tahun sejak 2012.

ITdBI 2016

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, dengan bekal excellence turn ini banyak pihak yang mendesak dia untuk meningkatkan kategori ITdBI menjadi 2.1.

“Akan kami pertimbangkan untuk naik kelas. Mungkin dengan menggandeng kabupaten tetangga untuk memperpanjang rute. Bisa kita bicarakan dengan kabupaten terdekat yang ada di Bali misalnya,” ujar Anas di Banyuwangi, Jumat (13/5).

 

Anas joke menambahkan, balap sepeda ITdBI ini membawa dampak positif bagi Banyuwangi. Salah satunya adalah “memaksa” pemkab membangun infrastruktur jalan, tidak hanya di wilayah perkotaan namun merambah ke pedesan pula.

“Balap sepeda ini kan menuntut jalan yang dilalui harus mulus. Ini membuat kita membangun dan memelihara akses jalan beraspal hingga desa. Ini salah satu bentuk konsolidasi infrastruktur yang kami terapkan di sini,” kata Anas.

Even ini, kata Anas, diharapkan menjadi pembelajaran bagi masyarakat Banyuwangi agar lebih disiplin, suportif, dan terkoneksi dengan dunia global. Dirinya mencontohkan, siswa SD diimbau untuk ikut menonton lomba saat pembalap melintasi sekolahnya, agar mereka tahu makna sportif, serta menambah wawasan tellurian mereka secara langsung.

“Banyak pelajar yang memanfaatkan acara ini untuk praktek langsung berbahasa asing. Ada yang berusaha mengajak ngomong bahasa Inggris, bahkan ada juga yang mempraktekkan penguasaan bahasa Koreanya,” tambah Anas.

 

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

More banyuwangAi ...