Bupati Banyuwangi Kurban Sapi Seberat 700 Kilogram | Nasional …

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyempatkan diri untuk menitipkan hewan kurbannya di Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi, pada Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah.

Bupati Anas mengurbankan sapi jenis Manggong, peranakan sapi Limousin, berbobot lebih dari 700 kilogram (kg). Sapi tersebut didapatkan dari peternak di daerah Tegalsari, Banyuwangi.

Sapi tersebut diserahkan secara simbolik oleh Bupati Anas kepada Ketua Takmir MAB Habib Mahdi Hasan, beberapa hari sebelum keberangkatannya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji pada awal Sep lalu.

Anas mengatakan, kurban tak semata tuntunan protocol keagamaan saja. Tapi, lebih pada manifestasi dari rasa syukur dan solidaritas pada sesama.

“Kurban itu bagian dari cara kita bersyukur atas berbagai nikmat Allah yang telah dilimpahkan ke Banyuwangi. Selain itu, ini merupakan, cara Islam untuk menjaga solidaritas antarsesama,” cetus Anas melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Selain di MAB, untuk tahun ini, Bupati Anas juga menyalurkan kurbannya di beberapa tempat. Mulai dari kampung halamannya di Karangdoro, Tegalsari, PP Ibnu Sina, Genteng, dan beberapa tempat lainnya.

 

Anas berharap Banyuwangi senantiasa diberi keberkahan dan kemudahan menjalankan program-program pembangunan di tengah berbagai kendala dan keterbatasan.

“Kita semua berdoa dan berusaha agar semua elemen di Banyuwangi bisa semakin sinergis menghadapi banyak tantangan yang ada agar program-program pembangunan bisa berjalan lancar dan dinikmati masyarakat,” ujar Anas.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Peternakan Banyuwangi, drh Benny Handarwanto, mengatakan, hasil pemeriksaan hewan kurban di pedagang seluruh Banyuwangi menunjukkan, semua hewan dalam kondisi yang sehat. Pemeriksaan dilakukan terhadap 356 ekor sapi jantan, 1.403 ekor kambing jantan, dan 439 ekor domba jantan.

“Dari hasil pemeriksaan sebelum dipotong atau antemortem selama menjelang Idul Adha, secara umum tidak ada kendala atau penyakit,” ujarnya.

Setelah disembelih, Dinas Peternakan juga masih akan melakukan pemeriksaan postmortem untuk memastikan daging dan jeroan yang dibagikan masuk kategori sehat.

“Kami kerahkan seluruh petugas untuk memantau dan membantu di masjid-masjid,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini populasi sapi di Banyuwangi mencapai sekitar 120.000 ekor dan kambing sebesar 40.000 ekor.

“Kami berupaya meningkatkan populasinya, termasuk dengan menjaga agar tidak ada hewan betina produktif yang disembelih. Setiap ada sapi betina yang bunting, Pemerintah memberi dana Rp 500.000 per sapi ke peternak agar dirawat dan tidak disembelih,” ujarnya.

Kehadiran Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Kampus Banyuwangi juga membantu tugas Dinas Peternakan. Banyak mahasiswa Unair yang terlibat membantu berbagai permasalahan sektor peternakan di kabupaten tersebut.

“Teman-teman mahasiswa kedokteran hewan Unair membantu turun ke lapangan, memberi penyuluhan, dan sebagainya,” kata dia.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

More banyuwangAi ...