Bupati Banyuwangi Berfoto "Wefie" di Tengah Sungai

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas bersama masyarakat memeriahkan Festival Kali Bersih di Sungai Kalilo, Jumat (15/4/2016). Kesempatan itu digunakan oleh Anas dan warga untuk wefie atau foto beramai-ramai di tengah sungai.

Ratusan masyarakat mulai dari pelajar, PNS, serta masyarakat umum terjun ke Sungai Kalilo di pusat Kota Banyuwangi. Mereka memunguti sampah yang terbawa arus sungai yang sebagian besar berupa plastik.

Festival Kali Bersih tersebut merupakan rangkaian dari 53 event Banyuwangi Festival yang digelar sepanjang tahun 2016.

Azwar Anas mengatakan, festival ini dibuat sedemikian rupa agar warga turut bergembira mengikutinya.

“Untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan mengembalikan kembali fungsi sungai sebagai sumber mata air. Kalau festival lain bisa jadi pindah tempat kalau festival ini kan enggak bisa, ya tetap di sungai,” kata Anas kepada Kompas.com, Jumat (15/4/2016).

Dia berharap, dengan Festival Kali Bersih, masyarakat tidak lagi menjadikan sungai layaknya halaman belakang dan menjadikannya tempat membuang kotoran.

Sebaliknya, kata Anas, sungai harus diperlakukan seperti halaman depan sehingga penampilan dan kelestariannya selalu dijaga dengan baik.

 

Menurut Anas, sungai di sekitar Kota Banyuwangi bermuara di Pantai Boom, yang akan dibangun sebagai kawasan marina. Maka dari itu, kebersihan sungai harus menjadi perhatian khusus. Kebersihan sungai juga menjadi cerminan budaya masyarakat setempat.

“Kalau daerah lain mungkin akan memberlakukan denda atau hukuman, tapi di Banyuwangi lebih baik membangun kesadaran. Nanti siang dijaga Satpol PP, Satpol PP-nya pulang orangnya buang sampah lagi ke sungai ini kan percuma,” ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Chusnul Chotimah mengatakan, saat ini sungai di Banyuwangi masuk kategori kelas D atau masuk dalam klasifikasi aman untuk minum ternak.

Dengan adanya Festival Kali Bersih, sungai-sungai itu diharapkan bisa menjadi kategori C, yaitu bisa digunakan untuk budidaya perikanan.

“Akan ada penilaian kali bersih per tiga bulan sekali di seluruh sungai di Banyuwangi. Nanti untuk kecamatan dengan kali terbersih akan mendapatkan reward,” jelasnya.

Selain bersih-bersih sungai, masyarakat juga menebar 10.000 benih ikan nila, tombro, dan wader di Sungai Kalilo.

Total ada 350.000 benih ikan yang disebar di seluruh sungai Banyuwangi pada kegiatan Festival Kali Bersih yang diselenggarakan secara serentak di seluruh sungai di Kabupaten Banyuwangi.

More banyuwangAi ...