Bupati Banyuwangi Ajak Warga Buat Kolam Ikan di Pekarangan Rumah

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Saat ikut panen ikan lele di Dusun Tlogosari, Desa Jambesari, Kecamatan Sempu, Senin (19/9/2016), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak masyarakat untuk membuat kolam ikan di pekarangan.

Selain untuk konsumsi keluarga, keuntungan memelihara ikan di pekarangan cukup menggiurkan. Dengan empat petak kolam ikan di pekarangan, pemilik rumah bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp 12 juta.

“Ini bisa meningkatkan ekonomi warga. Dulu, pekarangannya menganggur, sekarang menghasilkan dan ternyata untungnya cukup besar, termasuk pasokan ikan di Banyuwangi jadi stabil,” jelas Bupati Anas.

Kabupaten Banyuwangi sendiri pada tahun 2011 mencanangkan “Gerakan Sepuluh Ribu Kolam Ikan”. Gagasan itu muncul untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus mengangkat ekonomi warga.

“Sekarang baru terasa efeknya bukan? Konsumsi ikan juga lebih sehat,” tambah Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi Pudjo Hartanto kepada Kompas.com menjelaskan, Gerakan Sepuluh Ribu Kolam Ikan sudah melebih target.

Pada tahun 2016, sum kolam ikan yang telah dibangun sebanyak 13.025 dan terbanyak ada di Kecamatan Sempu karena memiliki atmosphere yang berlimpah. Dari tahun 2012 hingga 2016, kolam ikan tawar pekarangan menghasilkan 3.700 ton. Jika estimasi satu kilo dihargai 15.000, maka dalam waktu satu tahun saja bisa mendapatkan Rp 55 miliar dengan melibatkan 5.000 pembudidaya.

“Jika setahun 55 miliar maka pale sedikit dalam waktu setahun mereka mendapatkan 11 juta rupiah. Program gerakan Sepuluh Ribu Kolam Ikan akan diteruskan sampai maksimal,” jelas Pudjo.

Dengan jumlah masyarakat Banyuwangi saat ini yang mencapai 1,6 juta dan konsumsi ikan 30 kilogram per kapita, maka dalam setahun membutuhkan 48.000 ton ikan.

“Dengan potensi ikan tawar dan potensi di Selat Bali serta Samudra Indonesia, sebenarnya kita surplus ikan mencapai 38.000 ton yang dikirim keluar Banyuwangi,” jelasnya.

Saat ini, Pemkab Banyuwangi sudah tidak mengucurkan bantuan untuk kelompok warga yang sudah berhasil berkembang. Fasilitas seperti pemberian bibit, pakan, terpal, dan beberapa peralatan lain difokuskan ke warga yang skala bisnis kolam ikannya masih terbatas.

“Tapi untuk pelatihan dan pendampingan semua kita fasilitasi tanpa memandang kelompok warga ini sudah besar atau belum,” pungkas Pudjo.

More banyuwangAi ...