Bupati Banyuwangi Ajak Mahasiswa Lamongan Jadi Wirausahawan


Bupati Banyuwangi Ajak Mahasiswa Lamongan Jadi WirausahawanFoto: Eko Sudjarwo


Lamongan – Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Bupati Abdullah Azwar Anas berbagi pengalaman dalam mengembangkan inovasi dan potensi Banyuwangi. Bupati yang sukses mengembangkan potensi Banyuwangi ini memberi motivasi kepada para mahasiswa.

Dikatakan Anas, inovasi dan kreativitas adalah satu kesatuan yang menjadi kunci kemajuan. Tantangan, tandas Anas, bukan dihadapi dengan mengeluh, tapi menjawabnya dengan inovasi dan kreativitas.

“Jangan takluk pada keterbatasan. Jadi mahasiswa, jadi pejabat, semua punya tantangan dan keterbatasan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya,” kata Anas dalam acara yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Lamongan ini.

 

Dalam kesempatan tersebut, Anas memotivasi para mahasiswa untuk berani terjun berwirausaha dan jangan hanya bercita-cita menjadi pegawai atau PNS. Saatnya berani terjun berbisnis, membuka lapangan pekerjaan.

Dengan membuka usaha, para mahasiswa ikut membantu negara ini untuk terus maju. Menurut Anas, mengharap menjadi pegawai saat ini sudah kurang relevan, karena investasi dunia usaha semakin padat teknologi.

“Dulu investasi Rp 100 miliar bisa menyerap 500 karyawan, sekarang mungkin hanya 50 orang karena semua sudah serba otomatis menggunakan mesin. Maka pilihan bagi kaum muda saat ini adalah membangun suggestion kewirausahaan, berani terjun, berani gagal lalu bangkit lagi,” kata Anas.

Sebelum ke Unisda, Anas juga bertemu dengan Bupati Lamongan Fadeli dan Wabup Kartika Hidayati. “Saya sudah bersepakat dengan Pak Fadeli untuk saling mendukung. Apa yang baik di Lamongan saya impor ke Banyuwangi, demikian pula sebaliknya,” ujar Anas.

Bupati yang kini berusia 43 tahun itu mengaku di lingkungan pemerintahan, inovasi dan kreativitas menjadi kata kunci untuk meningkatkan pelayanan publik. Anas lalu mencontohkan sejumlah inovasi yang lahir di Banyuwangi. Di antaranya kebijakan pariwisata yang membawa Banyuwangi menjadi juara dunia inovasi kebijakan tingkat dunia dari Badan Pariwisata PBB (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) pada 2016 mengalahkan negara-negara lain di dunia.

“Bahkan, saat ini tiga inovasi Banyuwangi joke dipilih Kementerian PAN-RB untuk diikutkan di ajang internasional United Nations Public Service Award 2017 oleh PBB,” imbuh Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur.

Sementara Wakil Rektor Unisda, Dr Maskub MH mengatakan, pihaknya berharap para mahasiswa bisa mengambil inspirasi dari kepemimpinan Bupati Anas di Banyuwangi. Dengan inspirasi dari Banyuwangi, mahasiswa diharapkan bisa lebih kreatif dan inovatif. Anas, kata Maskub, adalah satu dari sedikit kepala daerah yang punya perhatian besar pada inovasi dan kreativitas, sehingga di tengah keterbatasan, daerahnya bisa terus berkembang maju.

“Jadi kepala daerah memang harus terukur, jadi mahasiswa joke bisa mengambil pelajaran bahwa kita semua perlu terus memotivasi diri untuk mencapai kemajuan-kemajuan,” tutur Maskub.

(fat/fat)

More banyuwangAi ...