Bupati Azwar Anas : Desa di Banyuwangi Harus Transparan Mengelola Anggaran

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengintruksikan agar desa-desa di Banyuwangi harus transparan dalam pengelolaan anggaran.

Jumlah anggaran dan peruntukkannya harus diumumkan pada masyarakat.

”Sekarang sudah zamannya transparan. Desa juga harus demikian. Pengelolaan dan peruntukan anggaran di desa, harus diketahui masyarakat,” kata Anas, Senin (6/3/2017).

Apalagi dana yang mengalir ke desa kini banyak. Desa kini mengelola Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Desa (DD) yang berasal APBN, serta Alokasi Dana Desa (ADD) sebagai pendamping Dana Desa yang berasal dari APBD.

Di Banyuwangi, jumlah ADD meningkat tahun ini. Dari yang Rp Rp 80 miliar pada 2016, kini meningkat menjadi Rp 143 miliar.

Anggaran tersebut salah satunya untuk pengentasan kemiskinan dan anak putus sekolah.

Sehingga rata-rata tiap desa di Banyuwangi mengelola anggaran lebih dari Rp 1 miliar, bahkan mendekati Rp 2 miliar.

 

Karena itu, Anas mengintruksikan agar desa mengumumkan pengelolaan anggarannya pada masyarakat.

Seperti yang dilakukan Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Desa Tegalrejo memampang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), di baliho besar yang diletakkan di halaman Balai Desa.

Tahun ini, APBDes Tegalrejo sebesar Rp 1.803.045.940, yang berasal dari PAD sebesar Rp 129.099.940, Rp 779.014.000 dari ADD, serta Rp 894.932.000 dari DD.

More banyuwangAi ...