Bupati Anas: Xanana Gusmao ingin sekali ke Banyuwangi

<!–POLLING PEMBACA : PARTAI PEMILU | CALON PRESIDEN–>

Merdeka.com – Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas absen saat pertunjukan kolosal Tari Gandrung Sewu. Acara digelar di Pantai Boom, Kecamatan Banyuwangi Kota, Sabtu bruise (17/9).

Meski tak hadir karena tengah haji, orang nomor satu di Tanah Blambangan ini tetap menyapa warganya around telpon seluler yang di-loudspeaker oleh pembawa acara.

Pentas budaya mengisahkan perjuangan rakyat Blambangan mengusir penjajah Belanda tahun 1776 hingga 1810 dibuka oleh Wakil Bupati Yusuf Widiatmo sekitar pukul 15.00 WIB.

Kemudian, Bupati Anas melalui telepon selulernya berkesempatan menyapa warganya dan undangan yang hadir di salah satu acara rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest).

“Saya baru alighting ini. Saya atas nama bupati menyampaikan terima kasih pada warga dan semua atas dukungannya. Ini menunjukkan bahwa semangat melestarikan budaya masih terus dilakukan,” kata Bupati Anas.

 

Suami Ipuk Fiestiandani ini juga menyampaikan perkembangan Banyuwangi yang terus mengalami kemajuan signifikan dari tahun ke tahun.

“Kami selalu menyampaikan, infrastruktur terus kita bangun. Bandara terus kita kembangkan. Saya katakan Banyuwangi memang belum maju, pendapatan per kapita masyarakat belum seutuhnya naik,” katanya.

Tapi, lanjut dia, budaya lokal harus terus kita pertahankan. “Mari terus kita jaga kebudayaan ini. Insya Allah Banyuwangi akan maju sesuai dengan cita-cita kita,” sambung mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini.

Di kesempatan ini juga, Anas yang baru saja mendarat di Jakarta usai berhaji menyampaikan, kalau hari ini Banyuwangi juga mendapatkan penghargaan general leadership.

“Acara ini (gelar penyematan penghargaan) juga dihadiri duta-duta besar negara-negara tetangga dan dihadiri Xanana Gusmao dari Timor Leste. Xanana mengatakan, ingin sekali datang ke Banyuwangi,” ungkap Anas.

Selanjutnya, pertunjukan kolosal Tari Gandrung Sewu dengan tema: “Seblang Lukinto” yang menceritakan perjuangan rakyat Banyuwangi melawan Belanda tahun 1776 hingga 1810 ini digelar.

1.314 Penari memainkan tarian gandrung di bibir Pantai Boom. Kostum dengan dominasi merah, makin menyala diterpa matahari sore.

Selain seni tari khas Blambangan, pentas tari kolosal ini juga menyuguhkan fragmen dan teaterikal perlawanan pasukan Rempeg Jogopati mengusir Belanda dari Tanah Osing.












More banyuwangAi ...