Bupati Anas Sulap Banyuwangi dengan Green Architecture


Bupati Anas Sulap Banyuwangi dengan Green ArchitectureFoto: Agung Pambudhy


Jakarta – Sejak memimpin Banyuwangi di tahun 2010 hingga kini masuki periode kedua, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terus membedah ‘face off’ Banyuwangi. Salah satu yang pale menonjol dalam perubahan wajah baru segi pembangunan ialah kuatnya karakteristik lokal dan arsitektur hijau (green architecture) pada bangunan yang menjadi ikon Banyuwangi.

Supaya karakteristik arsitektur Using (suku asli Banyuwangi) lebih menonjol, sejumlah arsitek ternama, budayawan dan arsitek lokal dilibatkan dalam mendesain beberapa bangunan. Seperti Bandara, Stadion Diponegoro, Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Hotel, Gedung Perpustakaan, Politeknik Negeri Banyuwangi dan bangunan lain yang jadi idol Banyuwangi.


Mengenai keterlibatan arsitek untuk membangun Banyuwangi, Bupati Abdullah Azwar Anas menjelaskan, arsitektur merupakan cerminan sikap politik dan pilihan kebijakan Pemerintah Daerah. Beberapa arsitek handal pilihan itu diantaranya, Andra Matin yang berperan dalam pembangunan Bandara Blimbingsari, Yori Antar sebagai arsitek pembangunan gedung perpustakaan, Adi Purnomo dalam pembangunan RTH, Budi Pradono, Supie Yoladi dan arsitek unggul lainnya. Tidak hanya sekedar membangun kota, tetapi juga merevitalisasi sejumlah bangunan dan ruang menjadi lebih bermanfaat dan bisa terkoneksi dengan bangunan yang dijadikan simbol-simbol kemajuan kota Banyuwangi.

“Dari kolaborasi itu terciptalah cita rasa complicated berbalut nuansa etnik yang menunjukkan konsep pembangunan Banyuwangi berbasis lokalitas. Arsitektur adalah cerminan sikap politik dan pilihan kebijakan pemerintah daerah. Satu titik kita revitalisasi berikutnya jadi generator kota supaya bangunan lainnya bisa menyesuaikan,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada detikcom, Rabu (6/4/2016).

 

Tidak hanya bangunan gedung yang jadi prioritas, Pemkab Banyuwangi juga mengontrol tumbuhnya penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pertumbuhan bangunan-bangunan baru harus mau mengikuti aturan tata ruang rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Banyuwangi. Selain itu, kebersihan dan keindahan di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) juga diperhatikan. Tim reaksi cepat pesapon disiagakan secara bergilir untuk tetap menjaga kebersihan di ruang fasilitas public. Gerakan-gerakan warga dalam sedekah oksigen dan tanam pohon di halaman rumah juga diserentakkan mendorong penghijauan di Banyuwangi.


Kini jika kita menyusuri sepanjang jalan Banyuwangi, bisa dirasakan jika pepohonan rindang dan hijaunya taman-taman kota. RTH di masing-masing kecamatan juga berfungsi sebagai lokasi sentral hijau yang menggerakkan potensi perekonomian dan aktivitas warga. Tak berpuas diri, rangkaian pembenahan infrastruktur di pelook desa juga digerojok oleh Pemkab Banyuwangi.

“Kerja keras para pesapon dan rakyat Banyuwangi dalam menjaga kebersihan ini membuahkan hasil, Piala Adipura kita berhasil raih lagi. Warga Banyuwangi patut berbangga dengan diraihnya Piala Adipura ini, sudah lama tidak diraih sejak tahun 1997 dan sejak 2013 lalu berhasil diraih kembali oleh Banyuwangi. Banyuwangi juga meraih predikat cagar biosfer dunia, gerakan sedekah oksigen terus kita laksanakan. Kami tdak ingin berpuas diri dulu tapi semoga predikat itu bisa dipertahankan,” ucap Anas saat membanggakan warganya.

Menjelang Pilgub DKI tahun 2017, banyak pihak mendorong kepala daerah yang berhasil membangun daerah untuk maju. Bahkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap kepala daerah yang sukses ikut meramaikan Pilgub DKI supaya warga Ibu Kota punya banyak pilihan calon kepala daerah.

Ada beberapa kepala daerah yang dinilai berhasil memimpin daerahnya antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo,  Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wali Kota Pangkal Pinang Irwansyah, dan Wali Kota Malang Moh Anton. Siapakah di antara mereka akan jadi cagub DKI terbaik?

(van/try)

More banyuwangAi ...