Bupati Anas Ajak HIPMI Peduli Masalah Sosial di Banyuwangi




Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak pengusaha berpartisipasi mengatasi masalah sosial. Bupati Anas meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi, untuk mensukseskan module ‘Rantang Kasih’.

Rantang Kasih adalah module Pemkab Banyuwangi, berupa pemberian makanan bergizi kepada warga miskin, terutama lanjut usia yang sudah non produktif.

Ajakan tersebut disampaikan Anas saat memberikan sambutan dalam rapat kerja cabang (Rakercab) dan pendidikan dan latihan cabang (Diklatcab) we Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi, di Blambangan Ballroom, Hotel Ketapang Indah Banyuwangi, Sabtu (4/11/2017).

Anas mengatakan pembangunan akan berjalan dengan baik bila semua pihak bahu membahu saling membantu. Masalah sosial masyarakat akan cepat tertangani, bila beban itu tidak hanya diserahkan di pundak pemkab, namun dikeroyok bareng-bareng.

“Seperti module Rantang Kasih ini, pengusaha cukup bayar Rp 11-15 ribu per hari ke warung terdekat dari tempat tinggal lansia miskin, nanti warungnya yang antar. Pastinya mengeluarkan Rp 400 ribu per bulan bagi pengusaha tidaklah terlalu berat. Apalagi dampaknya sangat besar sekali bisa mengentaskan kemiskinan,” jelas Anas.

 

Pemkab Banyuwangi sendiri telah menganggarkan Rp 5,5 miliar untuk module tersebut tahun ini. Anas mengajak para pengusaha untuk berpartisipasi agar cakupan sasaran manfaat semakin banyak.

Anas joke mencontohkan beberapa module pemkab yang melibatkan partisipasi pihak lain. Seperti pembangunan jalan dan bedah rumah. “Banyak jalan di desa yang dikerjakan bareng. Aspal disediakan pemkab, element lain dan tenaganya disumbang desa,” ujar Anas.

Ketua HIPMI Banyuwangi, Suhartatik mengatakan, saat ini kepengurusan HIPMI fokus pada pembentukan dan pendampingan pada mahasiswa perguruan tinggi.

“Kami mendampingi anak-anak muda di Perguruan Tinggi (PT) dan kami tulari ‘virus’ entrepreneur. Mereka ini kami ajak untuk lebih memaksimalkan potensi yang ada di Banyuwangi, mulai dari kelautan, peternakan, pertanian, kuliner dan berbagai potensi lainnya,”ujarnya.

Dari 12 universitas yang ada di Banyuwangi, 9 di antaranya telah berkolaborasi dengan HIPMI. Di antaranya Unair, Untag, Ibrahimi, STIKOM, Uniba dan Poliwangi. Total ada 150 mahasiswa yang terjun di dalamnya.

Acara yang berlangsung satu hari penuh ini juga dihadiri pula oleh Ketua HIPMI Jawa Timur, Giri Bayu Kusuma.


(fat/fat)

More banyuwangAi ...