Bulan Maulid Berakhir, Harga Telur Masih Tetap Tinggi

GENTENG-Harga telur yang naik sejak memasuki peringatan Maulid Nabi Muhammad, ternyata masih belum ada tanda-tanda akan turun lagi. Malahan, pada minggu terakhir 2017 ini, harganya masih cukup mahal.

Salah satu agen telur di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Asok, 76, mengatakan selama seminggu ini harga telur masih bertengger di angka Rp 22 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga berada di angka Rp 21 ribu per kilogram. “Naik turunnya sangat kecil,” katanya.

Menurut Asok, harga telur yang bertahan mahal itu karena pengaruh produktivitas telur di peternak. Dia menyebutkan, saat ini ada tiga momen yang bersamaan ,yakni Maulid Nabi Muhammad, perayaan Natal, dan datangnya tahun baru. “Ini yang membuat harga telur tetap mahal,” ujarnya

Dari informasi yang diterima, terang dia, ada yang menyebut harga telur yang mahal bukan hanya karena tiga momen itu saja, tapi kualitas produksi telur sedang menurun. “Permintaan telur tinggi sedang stok telor berkurang,” terangnya.

Hingga pergantian tahun, masih kata dia, diperkirakan harga telur masih akan belum bergerak. Sebab, permintaan masih terus tinggi. “Sekarang permintaan telur masih tinggi sekali, jadi harganya ya tetap mahal,” ungkapnya.

Meski harga telur, lanjut dia, penjualan masih tetap normal. Dalam sehari, rata-rata bisa mengeluarkan telur hingga 20 peti dengan berat 15 kilogram per peti. “Transaksi telur masih seperti biasanya,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pedagang telur eceran menyebut harga telur yang mencapai Rp 22 ribu per kilogram itu masih cukup mahal. “Biasanya harga telur itu di bawah Rp 20 ribu per kilogramnya,” cetus Naryo, 30, pengecer telur asal Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran.

 

Naryo mengaku kalau selama ini juga menjual telur ke Bali. Karena harga yang mahal itu, untuk sementara ini hanya membawa telur dua peti saat mengirim sayuran ke Bali. “Biasanya selalu membawa telur di atas dua peti,” katanya.

More banyuwangAi ...

  • Hasil Panen Petani Kopi Terus MenurunHasil Panen Petani Kopi Terus Menurun KALIBARU-Warga yang tinggal di sekitar kebun di wilayah Kecamatan Kalibaru, kini banyak yang resah. Hasil tanaman kopinya selama lima tahun terakhir terus menurun akibat banyak yang rusak […]
  • Banjir, Barang Bekas Makin DiminatiBanjir, Barang Bekas Makin Diminati Kipas angin, kulkas, televisi, dan barang elektronik lainnya laris manis diborong oleh pembeli yang kebanyakan para korban banjir. Beberapa pembeli sengaja mencari barang bekas karena […]
  • Ikan Ekspor Dikuasai Tangkapan NelayanIkan Ekspor Dikuasai Tangkapan Nelayan JawaPos.com - Siapa sangka, hasil tangkapan ikan nelayan kini menjadi pemasok utama ekspor ikan ke luar negeri. Itu terjadi karena permintaan pasar justru memilih ikan-ikan yang harganya […]